Satgas Pangan Tegur Pedagang Naikkan Harga Gula di Makassar

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan telah menegur pedagang di Pasar Tradisional Pa'baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, karena menaikkan harga gula pasir di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Inspeksi ini dilakukan pada Rabu, dengan fokus utama pada pemantauan harga gula yang mengalami kenaikan sekitar Rp500 per kilogram.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Brigjen Pol Hermawan, menyatakan bahwa meskipun kenaikan tersebut tergolong kecil, pedagang tetap diingatkan untuk tidak menjual gula di atas HET senilai Rp17.500 per kilogram. Pemerintah berencana mengintervensi pasar melalui Bulog dengan menyalurkan gula berharga lebih murah guna menormalkan harga di tingkat konsumen.

"Insyaallah paling lambat besok harga gula sudah kembali normal di angka Rp17.500," ujar Hermawan. Dia memastikan bahwa secara umum, tidak ada masalah harga pangan di Kota Makassar. Komoditas seperti beras, telur, minyak goreng, cabai, serta bawang merah dan putih terpantau stabil dan tersedia dalam jumlah yang cukup.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena stok pangan mencukupi dengan harga yang wajar. Pedagang juga diingatkan untuk menjaga kejujuran dalam transaksi dan tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Jika ditemukan pelanggaran, Satgas tidak akan segan memberikan sanksi tegas.

Sanksi yang diberikan dapat berupa teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha. Jika ditemukan unsur pidana seperti penimbunan atau penjualan barang kedaluwarsa, kasus tersebut akan diproses secara hukum oleh pihak kepolisian.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;} Langkah Pengawasan dan Sanksi

Hermawan menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan, tetapi akan berlanjut secara acak hingga setelah Lebaran untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. "Kami lakukan sidak secara acak agar harga yang ditemukan benar-benar riil di lapangan, bukan rekayasa saat inspeksi," katanya.

Inspeksi mendadak di Pasar Pa'baeng-baeng dilakukan bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PTSP, Dinas Peternakan, Polda Sulsel, Bulog, serta Perumda Pasar Makassar untuk memastikan stabilitas harga dan kualitas pangan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masih Konflik, 90 Kapal Tetap Lintasi Selat Hormuz
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Andrie Yunus Jadi Korban Kekerasan, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Komnas HAM Bertindak
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Saat Banyak “Bos” Mendadak Tumbang
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Truk Menyeberang ke Jalur Berlawanan, 3 Pengendara Tewas
• 10 jam lalurealita.co
thumb
427 Ribu Orang Mudik dari Bali ke Jawa Melalui Pelabuhan Gilimanuk
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.