CMK Tegaskan Penerapan Good Governance di Industri Perhiasan

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Central Mega Kencana (CMK), grup perhiasan di Indonesia, menegaskan penerapan prinsip Good Governance sebagai bagian dari pengelolaan bisnis yang berkelanjutan di sektor perhiasan.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam industri, terutama terkait asal bahan baku, kepatuhan regulasi, serta praktik transaksi yang lebih terbuka.

CMK menyebut tata kelola perusahaan yang baik menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan konsumen dan mitra usaha, sekaligus meminimalkan risiko dalam operasional bisnis.

Chief Operation Officer CMK, Petronella Soan, mengatakan bahwa penerapan Good Governance dijalankan secara menyeluruh, mulai dari aspek operasional hingga pengawasan internal.

Menurutnya, praktik tersebut mencakup kepatuhan terhadap pajak dan bea cukai, pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab, serta penguatan sistem pengawasan transaksi.

“Dalam aspek perpajakan dan kepabeanan, kami telah menjalankan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Hal tersebut kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dengan regulator serta memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai aturan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa CMK merupakan salah satu importir berlian terbesar di Indonesia, dengan nilai impor mencapai sekitar USD 46,94 juta. Impor dilakukan karena keterbatasan pasokan berlian di dalam negeri.

Selain itu, perusahaan juga menyoroti pentingnya sumber bahan baku yang jelas. CMK menyebut hanya menggunakan berlian alami yang diklaim berasal dari sumber bebas konflik.

Untuk memastikan kualitas dan asal produk, setiap berlian yang masuk diperiksa kembali melalui fasilitas laboratorium internal sebelum digunakan dalam proses produksi.

Di sisi lain, penerapan pencegahan tindak pidana pencucian uang juga menjadi perhatian. Perusahaan mengaku memperkuat pencatatan transaksi dan identifikasi pelanggan sebagai bagian dari upaya tersebut.

Pengamat industri menilai, langkah-langkah seperti ini semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap praktik bisnis yang etis, khususnya di sektor yang berkaitan dengan sumber daya alam.

Dengan penerapan prinsip tata kelola tersebut, industri perhiasan diharapkan dapat berkembang lebih transparan dan akuntabel, serta mampu bersaing di pasar internasional.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Harga iPhone 16 Bekas Terbaru Jelang Lebaran 2026
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Israel Bunuh Menteri Intelijen Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Usai Iran Ancam Serangan Balasan
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Kementerian PU Pastikan Jalan Nasional di Sumbar Siap Dilalui Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Empat Oknum TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Motif Masih Didalami
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Klarifikasi HYBE soal penggunaan warna merah pada lampu untuk BTS
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.