REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – PT Pelni Kantor Cabang Kupang Kelas II mengimbau para pemudik untuk menghindari calo yang menawarkan jasa pembelian tiket kapal Pelni. Imbauan ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari penumpang yang tertipu dan tidak mendapatkan tiket setelah membelinya dari calo.
Kepala PT PELNI (Persero) Cabang Kupang Kelas II, Teguh Setiadi, pada Rabu, menyatakan bahwa pihaknya terus menerima keluhan dari pemudik yang gagal mendapatkan tiket meski telah membayar. Bahkan, ada yang membayar hingga Rp4 juta untuk empat orang, padahal harga resmi hanya Rp1 jutaan.
Kasus penipuan ini cukup meresahkan masyarakat, terutama pengguna kapal Pelni yang ingin mudik. Teguh menyebutkan bahwa sudah ratusan pemudik yang menjadi korban penipuan calo. "Para calo ini bahkan sampai menyuruh penumpang untuk membohongi identitas," ujar Teguh, menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak bisa ditolerir.
Pemudik diimbau untuk berhati-hati dan tidak tergiur dengan tawaran dari media sosial seperti Facebook atau Instagram. Beberapa kali ditemukan kasus di mana pemudik kehilangan uang setelah memesan tiket melalui media sosial.
Teguh mengharapkan pemudik hanya membeli tiket dari loket-loket resmi dan situs resmi Pelni untuk menghindari kerugian.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.