Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi mulai memulihkan kinerja ekspor minyak mereka lebih dari setegah dari level normal meskipun perang Iran masih berlangsung.
Hal ini dinilai sebagai tanda awal dari keberhasilan rencana Arab Saudi untuk menghindari jalur Selat Hormuz. Dilansir Bloomberg, Rabu (18/3/2026), dengan penutupan Selat Hormuz, pemerintah Arab Saudi mengalihkan pengiriman minyak melalui jalur pipa sepanjang 1.200 kilometer ke Pelabuhan Yabu di bagian barat.
Pada saat yang sama, Arab Saudi dengan cepat mengumpulkan armada besar kapal tanker yang telah menuju Laut Merah untuk memuat minyak dan saat ini menumpuk di sekitar pelabuhan.
Pengiriman dari Yanbu rata-rata sekitar 4,19 juta barel per hari selama lima hari terakhir, menurut data pelacakan yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Angka ini cukup signifikan dibandingkan dengan 7 juta barel yang diekspor Arab Saudi secara total sebelum perang, dan jauh lebih tinggi daripada sekitar 1,4 juta barel yang sebelumnya melewati pelabuhan tersebut.
Sekitar seperlima minyak dunia biasanya mengalir melalui Hormuz, jalur sempit menuju Teluk Persia, dan para produsen di wilayah tersebut terpaksa mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan mulai penuh. Badan Energi Internasional telah memperingatkan bahwa perang Iran vs AS-Israel menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak.
Arab Saudi adalah satu-satunya produsen dengan opsi alternatif yang signifikan. Sementara, Uni Emirat Arab memiliki jalur pipa ke Teluk Oman, tetapi aliran minyaknya rentan terhadap gangguan karena pelabuhan Fujairah yang diandalkannya telah beberapa kali terpaksa menghentikan pemuatan akibat serangan pesawat tak berawak.
Saat Arab Saudi bergegas untuk mengalihkan rute minyaknya, kapal tanker menumpuk di lepas pantai Laut Merah. Setidaknya 32 kapal supertanker dan suezmax menunggu di dekat Yanbu untuk memuat kargo, sementara yang lain masih dalam perjalanan.
Biasanya data pemuatan jangka pendek cenderung berfluktuasi, tetapi Arab Saudi telah menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk meningkatkan pemuatan bagi pembeli asing dari pelabuhan Laut Merah dan telah memberikan opsi kepada pelanggan jangka panjang untuk menerima pasokan dari Yanbu.
Perusahaan minyak negara Saudi Aramco tidak menanggapi email yang meminta komentar mengenai tingkat ekspor Yanbu. Adapun, jumlah minyak terbanyak yang dimuat Arab Saudi dari Yanbu pada bulan ini adalah sebanyak 4,65 juta barel per hari.





