Penulis: Sumartono
TVRINews, Bintan
Ribuan pemudik di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, akhirnya berangkat setelah Kapal Motor (KM) Tidar mengalami keterlambatan hingga enam jam akibat cuaca buruk, pada Selasa kemarin, 17 Maret 2026. Kapal yang melayani rute antarpulau tersebut tetap bertolak dan mengangkut 2.646 penumpang pada puncak arus mudik hari itu.
Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, menyampaikan lonjakan penumpang terjadi signifikan.
“Puncak arus mudik terjadi pada hari ini, dengan jumlah penumpang yang berangkat mencapai 2.646 orang dari Pelabuhan Sei Kolak Kijang,” ujar Putra, Rabu, 18 Maret 2026.
Selain keberangkatan, arus kedatangan juga tinggi. Tercatat 914 penumpang turun di pelabuhan yang sama.
“Selain keberangkatan, ada 914 penumpang yang turun di Pelabuhan Sei Kolak Kijang hari ini,” tambahnya.
Sejak sore hari, pelabuhan dipadati calon penumpang yang menunggu kepastian jadwal keberangkatan. Antrean panjang terlihat dengan wajah lelah dan harapan untuk segera pulang ke kampung halaman.
KM Tidar melayani rute panjang dari Kijang menuju Tanjung Priok, Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang. Jalur ini menjadi salah satu pilihan utama pemudik menjelang Lebaran.
Meski sempat tertunda, proses keberangkatan berlangsung lancar. Petugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang.
Keterlambatan yang memicu kekhawatiran berubah menjadi kelegaan. Para pemudik tetap melanjutkan perjalanan dengan harapan dapat berkumpul bersama keluarga saat hari raya.
Editor: Redaktur TVRINews




