Pedagang Plastik Terpaksa Naikkan Harga Dagangan karena Modal Belanja Makin Mahal

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang plastik di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan, terpaksa menaikkan harga akibat biaya belanja modal yang semakin mahal.

"Karena di sana belanjanya naik, makanya kita naikin harganya," ucap salah satu pedagang plastik bernama Eci (50), ketika diwawancarai Kompas.com di Pasar Bukit Duri, Rabu (18/3/2026).

Eci menyebut, hampir semua jenis plastik naik sekitar Rp 2.000–3.000 per pax. Kenaikan ini sudah terjadi sejak pertengahan Ramadhan 2026.

Baca juga: Jalur Kalimalang Bekasi Malam Ini Dipadati Pemudik, Didominasi Sepeda Motor

Namun, kenaikan harga justru membuat pedagang merugi karena omzet menurun akibat banyak pembeli yang berhenti membeli.

"Kalau dari tahun kemarin 50 persen penurunan omzet ada, semakin parah karena harga plastik naik, karena pelanggan yang biasanya beli jadi enggak beli lagi," tutur dia.

Bukan hanya Eci, pedagang plastik lain Bintang (19), juga mengaku terpaksa menaikan harga dagangannya.

"Karena semua plastik mengalami kenaikan. Kenaikan paling parah itu plastik Polo sekarang harganya Rp 16.000 per pax-nya," ucap dia.

Bintang mengaku diprotes banyak pembeli karena kenaikan harga plastik yang meroket. Ia juga kehilangan banyak pembelinya belakangan ini.

"Banyak pelanggan mengeluh karena harganya naik dan banyak yang enggak jadi beli," jelas dia.

Imbas penutupan Selat Hormuz?

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengungkapkan, penyebab kenaikan bahan kemasan plastik disebabkan bahan baku minyak yang sulit diperoleh.

Baca juga: UI Akui Error Hasil Talent Scouting, Tegaskan Seleksi Tetap Transparan

Bahkan, salah satu produsen petrokimia menyatakan force majeur alias kondisi kahar dan tidak mampu memenuhi kontrak.

Kenaikan harga bahan plastik tentu tak lepas dari peristiwa perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran maritim vital di dunia.

"Setelah Selat Hormuz ditutup dan harga minyak naik diatas 100 dollar AS per barrel, seluruh perusahaan petrokimia termasuk pabrik plastik menyesuaikan biaya produksi," kata Bhima ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (17/3/2026).

"Efek ke biaya logistik sebagai ekspektasi naiknya biaya bahan bakar industri juga jadi pertimbangan dan semua biaya tadi akan diteruskan ke konsumen," lanjut dia

Pihak yang mengalami tekanan adalah UMKM, terutama saat menjelang Lebaran ketika permintaan sedang tinggi.

"Pelaku usaha tentu tidak mungkin naikan harga jual makanan minuman karena omzet bisa turun ditengah daya beli melemah," jelas Bhima.

Baca juga: Prajurit TNI Siram Air Keras ke Aktivis KontraS, Proses Hukum Didesak Transparan

Ia memprediksi kenaikan harga plastik akan berlanjut hingga pasca-Lebaran.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hingga saat ini pun, masih belum ada tanda-tanda harga akan turun.

"Kecuali perang mulai reda, dan harga bahan baku plastik turun," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Bangunan Terbakar di Tegal Alur Jakbar, Diduga dari Gudang Palet Kayu
• 11 jam lalukompas.com
thumb
RESENSI BUKU: Membangun Fondasi Al-Qur’an Sejak Dini dengan Menyenangkan
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Cerita Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Kendaraan Meningkat, "Oneway" Lokal Diterapkan dari Semarang hingga Salatiga
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Efek Domino Mudik: Ekonomi Daerah Melejit
• 10 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.