ZAKAT fitrah adalah ibadah yang berfungsi mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan memberi makan bagi fakir miskin. Selain niat yang tulus, melafalkan doa saat menyerahkan maupun menerima zakat merupakan adab yang sangat dianjurkan (sunnah).
Doa Pembayar Zakat (Muzakki)Secara fikih, tidak ada doa khusus yang menjadi syarat sahnya zakat selain niat di dalam hati. Namun, para ulama menganjurkan muzakki untuk membaca doa agar zakatnya bernilai investasi pahala di akhirat.
Dalam kitab al-Furu' karya Ibnu Muflih, disebutkan doa yang baik dibaca saat menyerahkan zakat. Ini disebutkan dalam buku berjudul Fiqih Seputar Zakat Fitri karya Hanif Luthfi Lc MA.
Baca juga : Panduan Lengkap Zakat Fitrah 2026: Besaran, Niat, dan Tata Cara Akad
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًاLatin: Allahummaj'alha maghnaman wa la taj'alha maghraman.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah (zakat) ini sebagai suatu keuntungan (di akhirat) dan janganlah Engkau jadikannya sebagai kerugian (beban)."
Panitia zakat atau amil memiliki tugas yang mulia. Berdasarkan Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 103, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW (yang kemudian diikuti oleh para amil) untuk mendoakan para muzakki karena doa tersebut dapat memberikan ketentraman jiwa bagi mereka.
Baca juga : Zakat Fitrah: Pengertian, Syarat Wajib, Kadar, Bacaan Niat, dan Doanya
Imam Syafi'i rahimahullah mensunahkan amil untuk membaca doa berikut saat menerima harta zakat:
آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُُوْرًا، وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ
Latin: Aajarakallahu fiima a'thaita, wa ja'alahu laka thahuuran, wa baaraka laka fiima abqaita.
Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas harta yang telah engkau berikan, menjadikannya pembersih bagimu, dan memberkahi harta yang engkau sisakan."
Meskipun lisan mengucapkan doa, inti dari zakat adalah keikhlasan hati. Zakat fitrah yang ditunaikan dengan benar akan membersihkan harta dari hak-hak orang lain yang terselip di dalamnya. Dengan mendoakan satu sama lain, tercipta hubungan kasih sayang dan ketentraman antara muzakki dan mustahik melalui perantara amil.
Wallahu a'lam bish-shawabi.





