KOMPAS.TV - Selat Hormuz merupakan “urat nadi” perdagangan minyak global. Jika benar-benar ditutup, dampaknya bukan hanya pada konflik militer, tetapi juga pada stabilitas energi dan ekonomi dunia.
Jika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersikeras mengajak negara lain mengirimkan kapal perangnya ke Selat Hormuz, bagaimana dengan kekuatan Iran dalam menjaga selat tersebut?
Seberapa besar kemampuan militer Iran untuk menjaga atau bahkan menutup Selat Hormuz? Apakah langkah ini menjadi bagian dari strategi tekanan geopolitik yang lebih besar terhadap Amerika Serikat dan sekutunya?
Hal ini dibahas bersama Efatha Filomeno, dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, serta Aisha Kusuma Somantri, Direktur Hubungan Eksternal Indo Pacific Strategic Intelligence.
Baca Juga: Lengkap! Pengamat Blak-Blakan Dampak Kematian Ali Larijani ke Struktur Keamanan Iran: Makin Kuat?
#selathormuz #iran #amerika #as #breakingnews
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Tesalonika-Ajeng
Sumber : Kompas TV
- iran
- as
- donald trump
- selat hormuz




