Core Ungkap Daya Beli Kelas Menengah Bawah Masih Tertekan jelang Lebaran 2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics (Core) Indonesia menilai konsumsi masyarakat menjelang Lebaran 2026 masih mengalami peningkatan, meski lajunya relatif terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Core melihat tekanan daya beli kelas menengah bawah menahan laju belanja di tengah pemulihan konsumsi pada kelompok menengah atas.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal mengatakan secara bulanan maupun tahunan, aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat, termasuk jumlah pemudik, tetap menunjukkan tren kenaikan meski tidak signifikan. Namun, dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikan tersebut relatif tipis dan cenderung melambat dibandingkan tren pada tahun-tahun sebelumnya.

Dari sisi agregat, lanjut dia, permintaan masyarakat juga masih tumbuh, tercermin dari indeks penjualan ritel yang tetap berada di zona positif. Kendati demikian, peningkatan konsumsi tersebut belum merata karena tertahan oleh kondisi daya beli kelompok menengah ke bawah.

Faisal menuturkan kelompok masyarakat dengan pengeluaran di bawah Rp4 juta per bulan masih menghadapi tekanan daya beli. Kondisi ini dipengaruhi oleh pendapatan yang belum pulih sepenuhnya sejak pandemi. Bahkan, upah riil pekerja tercatat mengalami kontraksi pada 2025.

“Masyarakat dengan pengeluaran Rp4 juta ke bawah, jadi dia daya belinya memang masih turun, dan dari sisi upah pekerja secara riil itu mengalami kontraksi di tahun 2025, artinya kondisinya belum banyak membaik untuk kelas kalangan menengah ke bawah, walaupun di kalangan menengah atas sepertinya sudah lebih bagus konsumsinya, sehingga mendorong secara agregat peningkatan konsumsi,” kata Faisal kepada Bisnis, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga

  • Tips Pilih Emas Perhiasan atau Batangan jelang Lebaran, Mana yang Lebih Efisien?
  • Kemendag Imbau Konsumen Waspada Penipuan Belanja Online Jelang Lebaran
  • Wamentan Ancam Pidana Distributor Pangan yang Mainkan Harga Jelang Lebaran

Alhasil, kondisi tersebut membuat pemulihan konsumsi lebih banyak ditopang oleh kelompok menengah atas yang relatif sudah membaik, sehingga secara agregat tetap mendorong pertumbuhan konsumsi meskipun tidak terlalu kuat.

Lebih lanjut, Faisal menuturkan dinamika penjualan selama periode Lebaran juga menunjukkan variasi antar lokasi. Di sejumlah pusat perdagangan seperti Tanah Abang, penjualan cenderung mengalami penurunan, sementara di lokasi lain seperti Cipulir masih mencatatkan kenaikan.

Menurutnya, perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor persaingan antar pusat perbelanjaan. Secara umum, aktivitas konsumsi tetap bergerak, namun belum sepenuhnya pulih, tercermin dari masih adanya pedagang yang mengalami penurunan omzet.

“Masih belum full peningkatannya, di beberapa tempat masih ada penjual-penjual yang masih mengalami penurunan omzet,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vittorio Pozzo, Maestro di Balik Rekor Abadi Piala Dunia
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan 17 Maret 2026 Malam, One Way Lokal hingga KM 263
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Di Balik Ramainya Kerja Sama Global dengan Afrika
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Peserta Talent Scouting UI Dinyatakan Lulus lalu Batal: Sudah Sempat Doa Bersama
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pramono Pastikan Stok Energi dan Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.