Kompolnas Soal Keberadaan Rekaman CCTV Penyiraman Air Keras: Sudah Objektif

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam menyebut rekaman CCTV yang dikumpulkan polisi untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus telah menjadi basis yang objektif.

Kata Anam, rekaman CCTV berperan penting dalam setiap kasus. Sebab karena keberadaannya, suatu peristiwa dapat teridentifikasi dan dapat diketahui logika peristiwanya.

"Karena peristiwa ini terekam CCTV, basisnya ya harus sesuatu yang bisa diukur secara ilmiah, dilihat kasat mata, dan logikanya ada," ujar Anam setelah Siaran Pers Perkembangan Penanganan Kasus Penyiraman Cairan Berbahaya di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).

Dengan keberadaan banyak rekaman CCTV pada pemeriksaan kasus penyiraman Andrie, Anam menilai polisi telah bersikap secara akuntabel.

"Sehingga kalau kami pengawas kepolisian, ketika dia launching CCTV dan sebagainya, dan sebelumnya juga kami cek, beberapa hari lalu kami cek CCTV dan logika alur peristiwanya, kami meyakini bahwa rekan-rekan kepolisian bekerja secara akuntabel. Itu yang paling penting," tutur Anam.

Ia juga mengapresiasi upaya kepolisian yang berusaha mengajak publik menyaksikan rekaman CCTV yang telah ditemukan. Sehingga dalam hal ini, publik diajak masuk untuk memahami alur peristiwa dan menunjukkan transparansi.

"Karena teman-teman juga bisa cek, CCTV membandingkan dan lain sebagainya, kan ini kan terbuka dan mengajak publik untuk melihat langsung orang-orang itu dengan menampilkan screenshot dari dari CCTV. Menurut saya ini sangat transparan dan baik," ucap Anam.

Dalam kesempatan ini, Anam juga mengajak masyarakat menggunakan gambar yang telah diberikan pihak kepolisian untuk dijadikan acuan objektif mencari pelaku. Sebab, kata Anam, CCTV merupakan basis objektif dalam pengungkapan kasus ini.

"Yang penting karena tadi mengajak publik, kalau ada informasi terkait orang yang ada di posting-an, silakan hubungi Polda Metro Jaya," kata Anam.

"Kepolisian basisnya CCTV dan masyarakat bisa mengukur objektivitasnya, dan kami sebagai lembaga pengawas mengatakan bahwa objektivitas CCTV itulah yang paling penting," imbuhnya.

Menurutnya, bila tidak ada basis yang objektif, penindakan hukum belum dapat dilakukan. Maka dari itu, penting kata Anam engan keberadaan banyaknya CCTV.

"Kan ini tidak bisa orang serta merta langsung melakukan penindakan hukum dan sebagainya kalau tidak ada basisnya. Nah basisnya sudah ada, mulai rapi sekarang diumumin di publik, saya kira itu udah sangat progresif," tutup Anam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Jatah Hidup Rp 3,12 Miliar ke Aceh Utara
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Drama Ditinggal ART Habis Lebaran, Kenapa Bisa Picu Ibu Stres?
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bangun Tidur Tenggorokan Sakit? Kenali 6 Faktor Pemicunya
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Momen-momen Kecil di Bulan Puasa yang Paling Membekas, dari War Takjil hingga Bersiap Mudik
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Singkirkan Man City, Arbeloa Blak-blakan: Bukan Taktik, Pemain Madrid Terlalu Bagus!
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.