Setiap negara dengan mayoritas penduduk muslim punya cara dan tradisi masing-masing dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Di Indonesia sendiri, Lebaran identik dengan satu kebiasaan yang cukup melekat, yaitu membeli baju baru.
Meski sebenarnya nggak ada aturan agama yang mewajibkan, tradisi ini terus berlanjut dari generasi ke generasi. Buat sebagian orang, beli baju baru jadi semacam tradisi wajib yang nggak boleh dilewatkan. Tapi di sisi lain, ada juga yang tetap nyaman pakai baju lama karena kondisinya masih bagus dan layak dipakai.
Tentu, setiap orang punya preferensi dan cara belanja yang berbeda-beda untuk menyambut Lebaran. Nah, kalau teman kumparan termasuk tim beli baju baru atau nggak, ya? Yuk, kepoin cerita mereka di bawah ini!
Persiapan Baju Lebaran teman kumparanteman kumparan Iqbal Firmansyah (27) mengaku lebih suka membeli baju baru jelang Lebaran. Biasanya, ia hanya membeli satu set pakaian yang khusus dipakai saat hari H. Menurutnya, itu sudah cukup untuk merayakan suasana hari kemenangan.
Soal metode belanja, Iqbal lebih nyaman mengandalkan e-commerce. Menurutnya, layanan ini lebih efisien dan memudahkan dalam memilih berbagai kebutuhan. “Praktis dan pilihannya banyak. Tinggal scroll aja, nggak perlu capek keluar rumah,” tuturnya.
Meski begitu, belanja online juga punya kekurangan tersendiri. Salah satu yang sering ia alami adalah ukuran baju atau celana yang kadang nggak sesuai dengan ekspektasi.
Di sisi lain, teman kumparan Rani (25) punya cara belanja yang lebih hemat. Ia nggak selalu merasa perlu membeli baju baru setiap Lebaran. Untuk menyiasatinya, ia coba mix and match baju lama dengan item baru biar tetap terlihat fresh tanpa harus keluar banyak biaya.
Berbeda dengan Iqbal, Rani justru prefer belanja langsung ke toko. “Aku suka beli offline, soalnya bisa lihat bahan dan coba ukuran, jadi lebih yakin,” katanya. Walau begitu, ia sadar kalau cara ini butuh tenaga ekstra, apalagi harus datang ke lokasi yang biasanya padat pengunjung.
Nah, kalau teman kumparan Fahri Muslim (29) cukup santai soal urusan baju Lebaran. Ia masih sering mengenakan baju yang dianggapnya layak dan bagus. Tapi kalau lagi pengin suasana baru, ia sesekali beli satu sampai dua pieces saja.
Menariknya, Fahri nggak terpaku pada satu cara belanja. Ia cenderung fleksibel, tergantung situasi. “Kadang lihat dulu di online, tapi kalau ragu, baru ke toko buat coba langsung,” tuturnya.
Dari pengalamannya, belanja online memang enak untuk cari referensi model dan bandingkan harga. Tapi tetap ada risiko barangnya nggak sesuai ekspektasi. Sementara kalau offline, barangnya lebih pasti, hanya saja harus siap mengorbankan waktu lebih, terutama saat suasana lagi ramai menjelang Lebaran.
Nah, kalau kamu juga termasuk tim yang nggak selalu beli baju Lebaran baru, tetap bisa kok tampil stand out. Dikutip dari laman That's Not My Age, menambahkan layer seperti outer atau bermain dengan aksesori bisa dicoba supaya look kamu terlihat lebih menarik.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan





