1.448 Pemudik Diberangkatkan Basnaz RI-TNI AL Pakai KRI Banda Aceh ke Semarang dan Surabaya

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 1.448 pemudik dan 503 sepeda motor diberangkatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama TNI Angkatan Laut (AL) menuju Semarang dan Surabaya, menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593, pada hari Selasa (17/3/2026).

Dikdik Sodik Mudjahid Ketua Baznas RI pada Rabu (18/3/2026), mengatakan, kerja sama dengan TNI AL dalam program Mudik Gratis kembali dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat untuk mudik, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

“Baznas kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” katanya, seperti dilansir Antara.

Sodik menerangkan, para pemudik diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Untuk saat ini, rute pelayaran masih difokuskan ke wilayah Pulau Jawa, yakni Semarang dan Surabaya. Meski demikian, Baznas berencana memperluas jangkauan program ke wilayah lain pada masa mendatang.

“Kami berharap tahun depan rutenya bukan hanya ke Jawa, tetapi juga ke Sumatera dan daerah lainnya,” ujarnya.

Sodik menjelaskan, Baznas memberikan berbagai fasilitas bagi para pemudik, mulai dari konsumsi selama perjalanan, bingkisan untuk kru kapal, hingga dukungan layanan kesehatan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Dia mengatakan, peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang.

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan TNI AL dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program zakat melalui Baznas.

Dalam kesempatan yang sama, Djamari Chaniago Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) menegaskan, Pemerintah akan terus mengawal pelaksanaan mudik agar berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Sejak awal kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik. Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idulfitri,” kata Djamari.

Menurutnya, penggunaan KRI sebagai moda transportasi mudik dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Laksamana TNI Muhammad Ali Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengatakan, program mudik gratis merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto Presiden RI dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 untuk membantu melancarkan mudik Lebaran 1447 H/2026 M.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ucap Ali.(ant/ily/ham/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Bantah Penerbangan Internasional Disetop Imbas Konflik di Timteng
• 20 jam laludetik.com
thumb
Korlantas Polri Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas dan One Way Nasional untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2026
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Sambut Mudik Lebaran 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengembalikan Prioritas Waktu dan Perhatian di Akhir Ramadan
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri Digelar Besok, Hasil Hilal Jadi Penentu
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.