Tangis Histeris Pemudik di Pelabuhan Ciwandan saat Dengar Kabar Ibunya Meninggal

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Seorang pemudik sepeda motor tujuan Mesuji, Lampung, Deni, tiba-tiba terkulai lemah dan menangis usai mendapat kabar ibunya telah meninggal dunia.

Kabar itu dia dengar saat dia hendak masuk ke dalam kapal di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (17/3) malam.

Harapan bertemu dengan ibunda tercinta pupus sudah. Padahal dia rela menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor ke kampung halamannya demi bisa berkumpul bersama ibu tercinta untuk merayakan Lebaran 2026 ini.

Diceritakan Kapolsek KSKP Banten AKP Fredo Leonard, peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa (17/3) sekitar pukul 02.00 WIB saat dirinya tengah bertugas memandu arus pemudik sepeda motor di areal buffer zone menuju kapal.

Menurutnya, saat para pemudik sepeda motor lain langsung tancap gas mengarah ke dermaga untuk bersiap masuk kapal, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah motor berjenis Honda ADV yang justru terhenti. Sontak, hal itu pun membuatnya menghampiri pemudik tersebut.

"Saat didekati, pengendara ini sedang tertunduk lesu sambil menangis di samping motornya. Saat ditanya, ternyata pemudik itu (baru) dapat kabar lewat telepon dari kakaknya, kalau ibunya meninggal," kata Fredo saat dihubungi wartawan, Selasa (17/3).

Mengetahui hal tersebut, Fredo dan sejumlah petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung berusaha menenangkan dan memintanya menepi untuk beristirahat sejenak.

Tangis Deni semakin tak terbendung dan menjadi-jadi saat mencoba menghubungi istrinya melalui video call. Pasalnya, Deni diperlihatkan oleh istrinya kondisi sang ibu yang sudah terbujur kaku.

"Deni udah janji mau pulang, ibu tungguin Deni. Deni sudah di pelabuhan," kata Fredo menirukan omongan Deni saat melihat kondisi jenazah ibunya melalui video call.

Tak tega melihat kondisi tersebut, Fredo menawari untuk mengantar sampai ke tujuan karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.

Namun, lanjut Fredo, saat itu Deni menolak tawaran polisi untuk mengantarnya.

Dalam perjalanan tersebut, Deni tak seorang diri, ia ditemani oleh keponakannya. Oleh karena itu, Fredo turut berpesan agar keponakannya yang mengendarai motor.

"Kita juga sudah menawarkan untuk mengantarkan pemudik itu sampa tujuan, tapi yang bersangkutan bersikukuh melanjutkan perjalanan. Kami berikan dukungannya moril serta membantu memfasilitasi agar pemudik itu dapat segera melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya," ungkap Fredo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantu Perayaan Meugang, Liga Muslim Dunia Serahkan 1 Juta Riyal ke Masyarakat Aceh*
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Bhayangkara FC Jadi Satu-satunya Tim yang Sapu Bersih Laga BRI Super League di Ramadan, Efek Kebijakan Tepat di Bursa Transfer Paruh Musim
• 43 menit lalubola.com
thumb
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Akhir-Akhir Ini, Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa 21-23 Maret
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Puasa Tak Sekadar Menahan Lapar, Organ Tubuh Diam-Diam Lakukan Proses Luar Biasa
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
KAI Ungkap 430 Ribu Tiket KA Masih Tersedia!
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.