Laporan Media: AS Tekan Suriah Bantu Israel Perang Lawan Lebanon, Damaskus Waswas

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Donald Trump dilaporkan menekan Suriah untuk mengirim pasukan ke timur Lebanon guna membantu melucuti senjata Hizbullah. Namun, Damascus seperti dilaporkan Reuters dilansir Middle East Monitor, Rabu (18/3/2026), enggan memenuhi permintaan AS, khawatir mereka terseret dalam konflik yang lebih luas dan memicu ketegangan sekterian.

Dalam laporannya, Reuters mengutip beberapa sumber yang mengungkapkan proposal AS telah disodorkan ke pemerintah Suriah sebagai bagian dari upaya melucuti Hizbullah. Diketahui, militan Hizbullah ikut membantu Iran menyerang Israel sejak 2 Maret 2026 sebagai bagian dari serangan balasan atas pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga
  • Lihat Kerusakan Fatal Akibat Rudal Hizbullah yang Sukses Hancurkan Nahariya Israel
  • Israel Mulai Agresi Darat ke Lebanon, Hizbullah Beri Perlawanan Sengit
  • Sampai Titik Darah Penghabisan, Hizbullah Nyatakan Siap Perang 'Karbala' Hadapi Zionis Israel

Menurut sumber tadi, termasuk dua pejabat Suriah dan dua orang yang mengetahui diskusi terkait hal ini, ide meminta Suriah membantu melucuti Hizbullah telah muncul sejak akhir tahun lalu. AS kemudian merealisasikan ide itu dengan mengajukan proposal ke Suriah sejak perang dengan Iran pecah.

Dua pejabat Suriah mengatakan, Washington membuat permintaan itu tak lama setelah perang pecah, sementara, seorang sumber dari kalangan intelijen Barat mengatakan hal senada. Reuters mengatakan mereka telah "berbicara dengan 10 sumber untuk artikel ini - enam dari pejabat Suriah dan penasihat pemerintah, dua diplomat Barat, dan seorang pejabat Eropa dan seorang sumber intelijen dari negara Barat. Semua mengatakan pemerintah Suriah menimbang operasi lintas perbatasan namun tetap ragu."

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti-OANA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Way Nasional Berlaku, Pemudik Diminta Tidak Tergesa-gesa
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kenapa Gilimanuk Macet Parah hingga Antrean 30 Km? Ini Kata Menhub
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Dampak ke Industri Pelumas Impor Soal Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Polisi Ungkap Pelaku Terkena Cipratan saat Siram Air Keras ke Aktivis KontraS
• 7 jam laluokezone.com
thumb
5 Berita Populer: Inara Rusli Minta Maaf; Suami dan Maissy Tak Serumah
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.