Wamentan Sudaryono: Beras Melimpah! Stok 4 Juta Ton, Lebaran Dijamin Aman

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan ketahanan pangan Indonesia, khususnya beras, dalam kondisi sangat kuat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, ditopang oleh stok besar dan proyeksi produksi yang terus meningkat.

Dalam konferensi pers, Sudaryono menyatakan bahwa seluruh komoditas strategis beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau daging kerbau, telur, gula dan minyak goreng dalam kondisi aman selama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menekankan bahwa kondisi aman berarti pasokan mencukupi dan harga tetap terkendali sesuai HET.

"Aman itu ada dua. Yang Pertama, pasokannya cukup dan yang kedua kita mengupayakan dan menjaga agar harga pasokannya cukup dan harganya sesuai dengan HET terkendali dan terjangkau bagi masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Kesiapan Infrastruktur, dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nyepi & Idulfitri 2026, Rabu (18/3).

Secara khusus, ia menyoroti posisi beras sebagai komoditas paling strategis dan sensitif.

Saat ini, stok beras cadangan pemerintah (CBP) di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton, tepatnya 4,09 juta ton. Bahkan, proyeksi ke depan menunjukkan kapasitas penyimpanan bisa mencapai hingga 6 juta ton.

Selain stok di gudang, beras yang beredar di masyarakat tercatat sekitar 11 hampir 12 juta ton, sementara potensi panen dari standing crop dalam waktu dekat diperkirakan mencapai 12 juta ton. Dengan total tersebut, ketahanan beras nasional diperkirakan mampu mencukupi hingga 324 hari atau sekitar 10–11 bulan ke depan.

“Jadi kondisi pangan kita sangat kuat. Dalam hal ini kalau yang paling sensitif kan beras. Itu kondisi pangan kita khususnya beras di mana beras adalah yang paling strategis dan paling sensitif ini kondisi ketahanan kita sangat kuat," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa produksi pangan nasional juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, produksi disebut naik sekitar 13% dibandingkan tahun 2024, dan swasembada tidak impor beras lagi.

Tak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga mulai mengarah pada ekspor beras.

Sudaryono menyebutkan bahwa pemerintah telah merealisasikan pengiriman 2.000 ton beras ke Arab Saudi sebagai bagian dari proyeksi ekspor hingga 20 ribu ton, terutama untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia disana.

Ia juga menambahkan targetnya agar bisa menjangkau pasar lebih luas.

"Syukur-syukur kita bisa juga merebut pasar untuk kebutuhan haji dan umrah, bukan hanya Indonesia tapi juga untuk jamaah lain di Arab Saudi," ungkapnya.

Baca Juga: Stok Beras Nasional Tertinggi dalam Sejarah, Presiden Prabowo Pastikan Ketahanan Pangan Indonesia Aman

Selain itu, ia juga mengatakan akan memproyeksikan ekspor ke beberapa negara sekitar yang membutuhkan, seperti Papua Nugini, Malaysia, dan sekitarnya.

"Jadi kalau tahun lalu produksinya cukup katakanlah surplus tapi tidak diekspor, tahun ini insyaAllah kita mengarah ke sana," ujarnya.

Dengan kondisi stok yang melimpah, produksi yang meningkat, serta peluang ekspor yang terbuka, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional semakin kokoh dan mampu menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Mudik: 92 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali, Tujuh Kendaraan Derek Dikerahkan
• 17 menit laluidxchannel.com
thumb
Dinamika Intelijen di Lingkaran Dalam Donald Trump
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Antrian 30 Km di Gilimanuk, Mudik Lebaran Berdekatan Nyepi Picu Kepadatan Ekstrem
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Menunda Pengiriman 8.000 Pasukan TNI ke Gaza, Menunggu Situasi dan Keputusan Internasional
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Mudik Lebaran, 1,1 Juta Kendaraan Telah Keluar Jakarta
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.