Tampilkan CCTV, Kapolda Metro Jamin Transparan Usut Kasus Penyiraman Air Keras

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan kasus penyiraman air keras ke aktivis kontraS, Andrie Yunus, akan diusut secara objektif dan transparan. Irjen Asep mengatakan setiap perkembangan penyidikan dan temuan dalam perkara ini akan disampaikan ke publik.

"Perlu kami tegaskan bahwa dalam penanganan perkara ini, kami dari jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri, sesuai instruksi Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses secara objektif, transparan, dan akuntabel," kata Irjen Asep Edi Suheri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Dalam konferensi pers ini, rekaman CCTV yang menunjukkan rute hingga wajah eksekutor penyiraman air keras ke Andrie telah ditampilkan. Polisi mengatakan eksekutor penyiraman berinisal BHC dan MAK.

Baca juga: Polri Kolaborasi dengan TNI soal Temuan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

"Dan pada hari ini, kami akan menyampaikan perkembangan dari hasil pendalaman penyelidikan dan penyidikan, khususnya yang berkaitan dengan temuan rekaman video dan CCTV," ujarnya.

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim juga hadir dalam konferensi pers tersebut. Irjen Abdul mengatakan kehadirannya untuk memastikan pengusutan perkara ini dilakukan secara transaparan, akuntabel, objektif serta sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kehadiran saya di sini selaku Kadiv Propam untuk memastikan bahwa mekanisme dan proses penyidikan ini betul-betul sesuai dengan SOP, akuntabel, dan transparan sehingga meminimalisir adanya celah-celah komplain dari pihak publik," kata Irjen Abdul Karim.

Seperti diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku di Jakpus, Kamis (12/3) malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Baca juga: KPK Terus Dalami Peran Bos Maktour Fuad Usai Eks Menag Yaqut Ditahan

Mabes TNI juga telah buka suara terkait kasus penyiraman air keras kepada Andrie. TNI menyebut empat prajuritnya diduga sebagai pelaku penyiraman, tiga di antaranya berpangkat perwira pertama, yaitu kapten dan letnan satu (lettu).

"Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES," papar Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI.

Soal target waktu TNI untuk merampungkan kasus ini, Yusri menyebut akan semaksimal mungkin sesuai harapan publik. Dia menyampaikan akan memproses dengan profesional kasus penyiraman Andrie Yunus yang dilakukan sejumlah prajuritnya ini.




(mib/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kataib Hizbullah Tuntut Tentara Asing Tinggalkan Wilayah Irak
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kemenag Siapkan 8 Masjid Posko Mudik 24 Jam di Majalengka
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Konfirmasi Kepala Keamanan Ali Larijani Gugur dalam Serangan Israel
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Ponpes Al Falah Kediri Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bos Maktour Fuad Hasan Bakal Dipanggil KPK Lagi, Begini Infonya
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.