Campak Mengintai saat Lebaran, Ini Langkah Penting untuk Melindungi Anak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menjelang momen Lebaran yang identik dengan silaturahmi dan kerumunan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak.

Menurutnya, campak merupakan penyakit yang sangat menular. Risiko penularan akan semakin tinggi ketika banyak orang berkumpul, seperti saat perayaan Lebaran. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam melindungi bayi dan anak-anak, khususnya saat berinteraksi dengan orang yang belum dikenal kondisi kesehatannya.

Ia menambahkan, sikap waspada di tengah kerumunan bukan berarti berlebihan, melainkan bentuk perlindungan terhadap anak-anak yang masih rentan terhadap penyakit. Bayi dan balita, khususnya, membutuhkan perhatian ekstra karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.

“Apalagi kalau di kerumunan Itu memang wajib waspada ya. Kita memang agak jadinya paranoid sama orang, tetapi saya kira mungkin itu demi penjagaan karena situasi yang seperti sekarang ini KLB campak dimana-mana,” kata dr. Piprim di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta Timur, Kamis (12/3).

Salah satu langkah paling efektif yang bisa dilakukan adalah memastikan anak telah mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Imunisasi menjadi upaya penting dalam melindungi anak dari penyakit menular sebelum mereka bertemu dengan banyak orang.

Tips Mudik Aman Bersama Bayi dan Balita

Selain soal kesehatan, orang tua juga perlu memperhatikan kenyamanan dan keamanan anak selama perjalanan mudik. Berikut beberapa tips yang disarankan:

1. Pastikan Anak Cukup Istirahat

Anak membutuhkan waktu tidur lebih lama dibandingkan orang dewasa. Jika menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya siapkan car seat yang nyaman agar anak bisa tidur dengan nyenyak selama perjalanan. Istirahat yang cukup penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

2. Jaga Asupan Cairan

Lalu, pastikan bayi atau balita tetap mendapatkan cairan yang cukup. Jangan sampai anak mengalami dehidrasi karena orang tua lupa memberi minum selama perjalanan.

3. Siapkan Obat-obatan Penting

Orang tua disarankan membawa perlengkapan P3K untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan.

4. Hindari Membawa Anak Naik Motor

Perjalanan jauh menggunakan sepeda motor sangat tidak disarankan untuk bayi dan balita. Selain berbahaya, kondisi ini juga tidak nyaman bagi anak, terutama jika mereka mengantuk di perjalanan. Jika terpaksa, sebaiknya anak menggunakan kendaraan yang lebih aman, sementara orang dewasa yang menggunakan motor ya, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Penyiraman Air Keras di Makassar Ditangkap
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Penumpang Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Membeludak, Pramono Berencana Tambah Armada
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Mudik Gratis Golkar 2026: Berangkatkan Puluhan Bus dan Beri Uang Saku bagi Pemudik
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengiriman Pasukan ke Gaza Ditunda, Anggota DPR: Langkah Diplomatis dan Penuh Kehati-hatian
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Bonus Peraih Medali ASEAN Para Games Cair, Total Rp 365 Miliar
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.