TABLOIDBINTANG.COM - Menjelang ajang Academy Awards atau Oscar, Timothée Chalamet digadang-gadang sebagai kandidat kuat peraih Aktor Terbaik.
Namun, hasil akhir justru berpihak pada Michael B. Jordan. Di balik kemenangan tersebut, muncul bisik-bisik di industri yang menyoroti faktor di luar kemampuan akting: yakni soal “likability” atau tingkat kesukaan.
Sejumlah juri di Academy Awards disebut mulai menjaga jarak dengan Chalamet seiring berjalannya musim penghargaan. Istilah “bikin sulit” bahkan beberapa kali muncul merujuk ke perilaku sang aktor, baik saat proses syuting maupun selama rangkaian kampanye penghargaan.
Sumber internal menggambarkan situasinya sebagai, “talenta kuat, tapi reputasinya tidak sepenuhnya memenangkan hati orang-orang di ruangan.”
Tak hanya itu, Chalamet juga disebut terlalu terlibat dalam strategi kampanye, sesuatu yang tidak selalu disukai oleh para profesional industri yang lebih berpengalaman. Semakin sering berinteraksi, antusiasme para pemilih justru dikabarkan menurun.
Isu ini disebut tidak ada kaitannya dengan Kylie Jenner. Bahkan, Kylie justru dinilai tampil lebih relatable berkat sikapnya yang santai dan mampu mengikuti situasi.
Sebaliknya, Chalamet disebut kurang menunjukkan sisi humor yang disukai banyak orang di balik layar.
Di sisi lain, Michael B. Jordan justru mengambil pendekatan berbeda—dan hasilnya terlihat jelas. Ia disebut kerap meluangkan waktu untuk berterima kasih kepada staf usai pemutaran film, memberi dukungan kepada sesama nominasi, dan menunjukkan sikap rendah hati.
Dalam persaingan ketat di mana keduanya sama-sama tampil memukau, faktor penentu kemenangan disebut cukup sederhana: yang satu dikagumi, sementara yang lain benar-benar disukai.




