Seorang pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, diduga menjadi korban penipuan oknum perantara atau calo lantaran tiket yang dibelinya palsu, Rabu (18/3) dini hari. Akibatnya, ia pun terpaksa tertahan di dalam pelabuhan.
Korban bernama Rizal mengatakan, dia bersama kedua rekannya membeli 3 tiket kapal feri lewat calo yang ada di jalan menuju Pelabuhan Ciwandan sebesar Rp 90 ribu per tiket.
Namun, kata Rizal, dia baru mengetahui bahwa tiket yang dibelinya diduga palsu saat hendak melakukan scanning di loket pemeriksaan tiket sebelum masuk buffer zone Pelabuhan Ciwandan.
"Beli di pinggir jalan. Gak bisa (di-scan), gagal gagal terus," kata Rizal ditemui di Pelabuhan Ciwandan.
Akibatnya, Rizal harus tertahan di dalam areal Pelabuhan Ciwandan usai petugas di lokasi memintanya untuk menepi terlebih dahulu sambil mencarikan solusi bagi dirinya untuk bisa menyeberang ke Pulau Sumatera.
"Disuruh nunggu katanya (petugas)," ujarnya.
Imbas tertahannya Rizal, kedua rekannya yang ikut dalam perjalanan mudik menuju Lampung terpaksa harus ikut menunggu lantaran tidak tega meninggalkan Rizal seorang diri.
Padahal tiket milik kedua rekan Rizal bisa melalui proses scanning di loket pemeriksaan tiket meski membeli secara bersamaan di oknum calo penjual tiket yang sama.
"Ini 2 (tiket) bisa, yang 1 enggak. Gak bisa ditinggallah, kasihan. Baru ini kita (tertipu tiket palsu) bertahun-tahun pulang, kok," ungkap rekan Rizal.
Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, sempat meminta kepada para pemudik yang akan menggunakan jasa transportasi penyeberangan untuk tidak membeli tiket kapal feri dari calo.
"Kepada masyarakat sekali lagi kami mengimbau agar membeli tiket secara online, secara mandiri, dan jangan melalui perantara (calo)," kata Heru.





