Pantau - Pengelola Terminal Lebak Bulus merencanakan revitalisasi terminal pada tahun 2027 guna meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat integrasi transportasi di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 18 Maret 2026.
Rencana tersebut telah masuk dalam anggaran pemerintah dan ditargetkan mendukung pengembangan terminal sebagai simpul transportasi yang terhubung dengan berbagai moda.
Revitalisasi Diperkirakan Menelan Biaya Rp6 MiliarJoni Budhi mengatakan, "Revitalisasi tahun 2027 ini sudah dianggarkan."
Ia menjelaskan detail nominal anggaran masih menunggu kepastian, namun biaya revitalisasi diperkirakan mencapai sekitar Rp6 miliar.
Menurut dia, posisi Terminal Lebak Bulus sangat strategis karena sudah terhubung dengan MRT dan Transjakarta sehingga pengembangan akan diarahkan pada konsep integrasi dan bangunan multifungsi.
Ia mengatakan, "Sebagai terminal lintas, kita sudah bagus, dekat dengan MRT dan Transjakarta, dan rencana juga akan ada konsep bangunan multifungsi."
Pengembangan Dilakukan Bertahap Sambil Menunggu RevitalisasiPengelola menyatakan pengembangan terminal akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu pelaksanaan revitalisasi utama pada 2027.
Joni mengatakan, "Mudah-mudahan di 2027 udah mulai bagus, kita juga akan inovasi mandiri biar layak sambil menunggu revitalisasi yang sebenarnya."
Sementara itu, selama masa arus mudik Lebaran 2026, pihak terminal terus memantau pergerakan penumpang yang diperkirakan mencapai puncak pada 17 hingga 18 Maret.
Sejak H-8 hingga H-5 Lebaran, jumlah keberangkatan tercatat 903 penumpang, dengan rincian 246 penumpang pada 13 Maret, 251 penumpang pada 14 Maret, 166 penumpang pada 15 Maret, dan 240 penumpang pada 16 Maret.
Pengelola memastikan pemantauan arus keberangkatan terus dilakukan agar perjalanan pemudik berlangsung lancar dan aman.




