Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. 

1. Usut Tuntas

"Kemarin Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026). 

Menurut Sigit, pihaknya sampai saat ini sedang mendalami 86 rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut. 

"Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman. Yang jelas, tentunya kita tidak berhenti sampai di situ," ujar Sigit. 

Kapolri menjelaskan, polisi juga mencari sumber informasi, alat bukti, dan barang bukti lainnya. Sehingga nantinya, kata Sigit semua akan disatukan untuk membuat kasus ini menjadi terungkap serta terang benderang.

"Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat," ucap Sigit. 

Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengungkapkan insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB, pada Kamis 12 Maret 2026. 

Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen. Berdasarkan kronologinya, kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

 

Saat itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021. 

Ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans. 

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," ucapnya.

Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," tutupnya.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Mudik di GT Cikupa Meningkat Jelang Lebaran 2026
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jelang Lebaran, Harga Emas Antam Kembali Menguat, Cek Rinciannya
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Dipanggil Timnas Irak, Bek Persib Frans Putros Siap Tampil di Play-off Piala Dunia 2026
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
BMKG: 7 Provinsi Waspada Rabu 18 Maret 2026, Hujan Lebat Intai Jatim hingga Papua Pegunungan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Anggota KPU Gelar Diskusi Revisi UU Pemilu, Siapkan Masukan untuk Pemerintah dan DPR
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.