Ulah Trump Bikin Minyak Kosong, Satu Negara Mati Lampu Total

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Orang-orang berkumpul di jalan saat terjadi pemadaman listrik ketika jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menurut operator jaringan listrik negara itu, menyebabkan sekitar 10 juta orang tanpa aliran listrik di tengah blokade minyak yang diberlakukan AS, di Havana, Kuba, 16 Maret 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis energi di Kuba mencapai titik kritis setelah jaringan listrik nasional negara tersebut kolaps total pada Senin (16/3/2026) waktu setempat, menyebabkan sekitar 10 juta penduduk kehilangan pasokan listrik.

Dilansir dari WSJ, operator jaringan listrik Kuba, Unión Eléctrica (UNE), menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti gangguan besar tersebut, di tengah tekanan berat akibat terbatasnya pasokan bahan bakar.


Baca: Bukan Iran, Trump Nyalakan Api Perang Baru ke Negara Komunis Ini

Peristiwa ini menjadi yang terbaru dari serangkaian pemadaman listrik besar yang dalam beberapa waktu terakhir kerap berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari. Bahkan, akhir pekan lalu kondisi tersebut sempat memicu aksi protes yang jarang terjadi di negara yang dipimpin pemerintahan komunis tersebut.

Pihak berwenang menyatakan tidak ada indikasi kerusakan besar pada pembangkit listrik utama. Namun, hingga kini akar masalah belum ditemukan, dengan dugaan awal mengarah pada gangguan di sistem transmisi listrik. Pemerintah menyebut proses pemulihan telah dimulai secara bertahap melalui pengaktifan kembali kelompok-kelompok kecil jaringan listrik atau mikrosistem, yang menjadi langkah awal untuk menormalkan sistem secara keseluruhan.

Krisis ini tidak lepas dari tekanan geopolitik yang semakin meningkat. Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memperketat kebijakan terhadap Kuba, termasuk menghentikan pengiriman minyak dari Venezuela yang selama ini menjadi pemasok utama energi bagi negara tersebut. Selain itu, Washington juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang tetap memasok minyak ke Kuba.

Langkah tersebut memperparah kondisi sistem kelistrikan Kuba yang sudah tua dan tidak efisien. Pemerintah Kuba bahkan telah memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk meredakan krisis, sementara Trump dalam beberapa pekan terakhir menyebut Kuba berada di ambang kehancuran dan membuka peluang negosiasi.

Di sisi lain, pasokan minyak ke Kuba benar-benar tersendat. Data pelacakan kapal menunjukkan negara itu hanya menerima dua pengiriman kecil sepanjang tahun ini. Kapal pertama datang dari Meksiko pada Januari dan membongkar muatan di pelabuhan Havana, sementara kapal kedua dari Jamaika mengirimkan gas petroleum cair untuk kebutuhan memasak pada Februari.

Venezuela, yang sebelumnya menjadi pemasok utama, tercatat belum mengirimkan bahan bakar sama sekali ke Kuba sepanjang tahun ini. Bahkan, sebuah tanker yang sebelumnya digunakan untuk mengirim bahan bakar ke Kuba dilaporkan hanya memuat bensin di pelabuhan Venezuela tanpa pernah berlayar keluar dari wilayah tersebut.

Aktivitas impor bahan bakar di pelabuhan utama Kuba seperti Matanzas dan Moa juga terpantau nihil sepanjang tahun ini. Kedua pelabuhan tersebut biasanya menjadi pusat masuknya minyak mentah untuk penyulingan dan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik. Pelabuhan Havana dan Cienfuegos pun tidak mencatat aktivitas impor dalam lebih dari satu bulan terakhir, berdasarkan analisis citra satelit.

Warga Kuba kini semakin terbiasa hidup dalam kondisi serba terbatas akibat krisis energi berkepanjangan ini. Seorang warga Havana, Dayana Machin (26), mengaku situasi tersebut sudah tidak lagi mengejutkan.

"Tidak, kabar ini tidak mengejutkan saya. Sekarang semua orang Kuba sedang berusaha mencari alternatif selain listrik dari jaringan," ujarnya.

"Kami mulai terbiasa hidup seperti ini."

Kondisi tersebut mencerminkan realitas baru di Kuba, di mana pemadaman listrik bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari akibat kombinasi antara krisis pasokan minyak dan lemahnya infrastruktur energi.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Pasca Maduro Ditangkap, Venezuela Desak Trump Akhiri Sanksi & Blokade!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Armada Derek Disiagakan di Jalur Wisata Puncak Selama Libur Lebaran
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perdana Ramadan Tanpa Paula Verhoeven, Baim Wong Kerja Sambil Urus Anak: Agak Tricky
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Sinergi BUMN dan Swasta Dukung Kelancaran Mudik 2026
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dubes Iran Bakal Lakukan Kampanye Dunia Stop Perang di Jakarta
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
H-3 Lebaran, Harga Bahak Pokok di Kota Bandung Stabil
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.