Royalti Dangdut Tahun 2025 Tak Kunjung Dibayar, Ikke Nurjanah: Ini Memarginalkan Dangdut!

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Industri musik dangdut tengah menghadapi persoalan serius menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Hak royalti para musisi untuk periode 2025 hingga kini belum juga diterima.

Situasi ini memicu kekecewaan di kalangan pelaku musik dangdut. Lembaga Manajemen Kolektif Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (LMK ARDI) bahkan menyebut kondisi ini merugikan para anggotanya.

Padahal, royalti untuk periode Januari hingga Desember 2025 seharusnya sudah dibagikan pada awal 2026. Namun kenyataannya, para musisi belum menerima pembayaran sama sekali.

Yang lebih mengejutkan, nilai royalti yang ditetapkan mengalami penurunan drastis. Jika biasanya dana yang terkumpul mencapai Rp1 hingga Rp1,5 miliar, kini hanya dihargai Rp25.063.346 oleh LMKN.

Pihak LMKN menjelaskan bahwa angka tersebut muncul karena data penggunaan lagu dangdut disebut hanya sekitar satu persen. Penjelasan ini justru memicu keresahan di kalangan seniman.

Ketua ARDI, Ikke Nurjanah, turut menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

"Ini memarginalkan dangdut. Kita semua tau bahwa ada tv yang sepanjang hari programnya dangdut, bahkan menjadi viral," ujar Ikke Nurjanah dari rilis yang diterima awak media.

Menurutnya, yang paling dibutuhkan saat ini adalah transparansi data. Ia meminta agar sumber perhitungan royalti dijelaskan secara jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami butuh transparansi sumber data yang valid. Ketika menyatakan nilai segitu adalah hak yang layak diterima anggota ARDI," ucapnya lagi.

Upaya komunikasi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. ARDI diketahui telah mengirim surat mediasi kepada LMKN sejak September 2025, namun belum mendapatkan kejelasan.

Tak hanya itu, permohonan audiensi terbuka kepada Menteri Hukum juga sudah diajukan. Sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan resmi.

 

Para musisi berharap perhitungan royalti tidak hanya berdasarkan data terbatas. Mereka meminta agar penggunaan lagu dangdut di berbagai tempat, seperti kafe hingga panggung hajatan di daerah, turut diperhitungkan. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Ungkap Angka Kecelakaan Turun 40,91 Persen hingga Hari Keenam Operasi Ketupat
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Titiek Soeharto Apresiasi Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadikan 2026 Fase Turnaround Kinerja, Intip 11 Inisiatif Strategis Transformasi Garuda Indonesia
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
1 Tewas, 33 Terluka dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Pejagan-Pemalang
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Reaksi Netizen Gelar Senegal Dicabut dan Maroko Juara AFCON 2025, Jujur Janggal!
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.