JAKARTA, KOMPAS - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui jalan tol hingga Selasa (17/3/2026) kemarin mencapai sekitar 1,2 juta unit. Angka ini meningkat 2,83 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Para pemudik, terutama yang menggunakan sepeda motor, diimbau berhati-hati di jalan untuk menghindari potensi kecelakaan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jumlah kendaraan yang sudah keluar dari Jakarta tercatat mencapai 1.213.388 kendaraan. "Data ini adalah kendaraan yang keluar melalui jalur tol," katanya saat melepas angkutan mudik gratis di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Menurut Listyo, jumlah itu meningkat 20,89 persen dibanding jumlah kendaraan di hari normal atau naik 2,83 persen dibanding Lebaran tahun lalu. Adapun kawasan yang terpantau padat antara lain di area Gilimanuk, Bali, terutama di sekitar gerbang tol. Namun, masalah diklaim itu sudah ditangani oleh petugas di lapangan.
Walaupun kendaraan yang keluar Jakarta mulai meningkat, Listyo menyebut, angka kecelakaan justru turun. "Angka kecelakaan menyentuh 682 kasus. Jika dibandingkan tahun lalu, angka ini menurun sekitar 40,91 persen," ujarnya. Dia pun berharap, tren penurunan itu dipertahankan hingga seusai Lebaran.
Meski jumlah kecelakaan mengalami penurunan, Listyo mengimbau pemudik untuk tetap berhati-hati dan tidak ragu memanfaatkan tempat istirahat (rest area) untuk beristirahat sejenak.
"Bagi warga yang menggunakan jalur tol untuk tidak ragu menggunakan rest area, pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk singgah di sana dan beristirahat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masalah utama saat arus mudik Lebaran adalah kecelakaan. "Kecelakaan membuat banyak pemudik menjadi tidak sehat, baik pada saat sampai ke tempat kampung halaman ataupun kembali dari mudik," katanya.
Budi menyebut, dalam tiga tahun terakhir, angka kecelakaan, terutama di jalan tol, menurun signifikan. Hal ini tidak lepas dari langkah pemerintah untuk lebih ketat dalam mengawasi kondisi kesehatan para pengemudi. "Mulai dari pemeriksaan darah tinggi, gula darah atau yang menggunakan napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya). Mereka yang terbukti disaring dulu," ujarnya.
Meski begitu, masih ada masalah yang harus diperhatikan, yakni warga yang mudik melalui jalur arteri, terutama mereka yang mengendarai sepeda motor. Budi mengimbau, seluruh pemudik dengan sepeda motor untuk lebih berhati-hati. "Kalau sudah 2-3 jam berkendara, lebih baik berhenti dulu. Bahkan, kini masjid bisa dijadikan rest area di jalur arteri," katanya.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Listyo memaparkan, Polri menggelar program mudik gratis. "Ada 81 bus yang disediakan untuk mengangkut 4.009 pemudik. Bus tersebut mengarah ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
Setiap pengemudi bus mudik gratis itu diwajibkan mengikuti prosedur operasi standar. "Harus dipastikan pengemudi dalam kondisi sehat. Karena itu, kami lakukan beragam tes kesehatan seperti tes urine dan tes alkohol dan ada tes terkait dengan penggunaan obat-obatan terlarang," ujar Listyo.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan, program mudik gratis dilakukan untuk meringankan beban masyarakat. Selain Polri, sejumlah institusi juga mengadakan program itu. TNI Angkatan Laut, misalnya, menggelar mudik gratis dengan kapal.
"Kemarin kita melepas 3.000 penumpang dengan sepeda motor menggunakan kapal dari TNI Angkatan Laut. Ini semua menunjukan bahwa negara hadir untuk mengatasi kesulitan masyarakat. Ada yang sama sekali bebannya dihilangkan, ada juga yang sedikit (bebannya) dikurangi," katanya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, program mudik gratis sangat membantu masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik.
"Kami ingin mendorong masyarakat untuk bisa merencanakan perjalanannya secara baik sehingga harapannya mereka bisa sampai ke kampung halamannya dengan aman nyaman dan selamat," tuturnya.
Harus dipastikan pengemudi dalam kondisi sehat. Karena itu, kami lakukan beragam tes kesehatan seperti tes urine dan tes alkohol dan ada tes terkait dengan penggunaan obat-obatan terlarang





