Perbaikan jalan tol ruas Jakarta-Merak sempat terkendala cuaca ekstrem akibat tingginya intensitas hujan pada awal Maret 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mencatat curah hujan yang tinggi sejak Januari-Maret 2026 menjadi faktor utama terhambatnya proses perbaikan jalan. Bahkan, pada awal Maret, hujan terjadi hampir tanpa jeda.
"Terkait dengan jalan, kami melaporkan bulan Januari [2026], Februari terutama Maret, memang intensitas hujan luar biasa terutama pada Maret tanggal 1 sampai 8 saja semua hari adalah hujan, sehingga tidak bisa melakukan perbaikan," jelas Rivan dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (18/3).
Kondisi itu berdampak pada tertundanya sejumlah pekerjaan perbaikan yang berujung pada kemacetan, khususnya di ruas Jakarta-Tangerang yang memiliki volume kendaraan sangat tinggi.
"Jakarta-Tangerang ini setiap harinya adalah 477.000 kendaraan melintas. Artinya satu menit itu ada 339 kendaraan, pasti sulit gitu ya, dan kami tentu itulah kemarin minta waktu baik dalam RDP dengan Komisi V," ungkap dia.
Setelah kondisi cuaca membaik, Jasa Marga mempercepat pengerjaan hingga seluruh perbaikan dapat diselesaikan pada 11 Maret 2026. Kini, ruas tol Jakarta-Tangerang hingga Tangerang-Merak dinyatakan telah siap dilalui.
"Dengan demikian semua dari ruas Jakarta-Tangerang nanti Merak, Jakarta-Merak ini Tangerang-Merak ada di Astra, sudah dinyatakan siap dan bisa digunakan tanpa ada hambatan," kata Rivan.
Meski demikian, potensi kerusakan jalan tetap ada, terutama akibat kendaraan dengan muatan berlebih yang masih melintas. Kata Rivan, ini jadi tantangan dalam menjaga kualitas jalan tol.
"Masih ada yang menggunakan truk di luar logistik terutama yang untuk bahan pangan," sebutnya.
Rivan melanjutkan, pemerintah telah mulai menertibkan pelanggaran itu, termasuk di sektor pelabuhan, sehingga tekanan terhadap kondisi jalan mulai berkurang. Jasa Marga pun bakal terus melakukan perbaikan berkala.
"Jadi sudah berkurang sehingga jalan masih ada rusak tetapi sudah kami selesaikan kemarin dan terus akan kami lakukan patching jika diperlukan," tutur Rivan.





