Stok Pangan Jelang Lebaran 2026 Aman, Sudaryono: Cadangan Beras Tembus 4,09 Juta Ton

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Sudaryono menyebut pemerintah memiliki pengalaman positif dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan selama Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita punya catatan yang baik, di mana harga terkendali dan stok aman,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (18/3/2026).

Dia menegaskan, seluruh komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi/kerbau, telur, gula, hingga minyak goreng dalam kondisi aman.

Adapun, indikator aman mencakup dua hal utama, yakni ketersediaan pasokan yang cukup dan harga yang tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga terjangkau bagi masyarakat.

Untuk komoditas beras, pemerintah mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog telah mencapai 4,09 juta ton. Angka ini mendekati rekor tertinggi sebelumnya sebesar 4,2 juta ton, dengan proyeksi kapasitas penyimpanan bisa mencapai 6 juta ton.

Baca Juga

  • Wamendag Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Usai Lebaran
  • Harga Pangan Jelang Lebaran Sulit Turun, Ternyata Ini Biang Keroknya
  • Harga Pangan Jelang Lebaran (16/3): Bawang Merah dan Cabai Rawit Makin Mahal

Selain itu, beras yang beredar di masyarakat saat ini diperkirakan mencapai hampir 12 juta ton. Ditambah dengan proyeksi panen dalam beberapa pekan ke depan sebesar 12 juta ton, total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton.

“Dengan jumlah itu, ketahanan beras kita bisa mencapai 324 hari atau sekitar 10–11 bulan ke depan. Ini menunjukkan kondisi pangan kita sangat kuat,” jelasnya.

Sudaryono juga menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2025 dengan peningkatan produksi sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menepis isu impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai beras khusus dan belum direalisasikan.

Sebaliknya, pemerintah justru telah merealisasikan ekspor beras sebanyak 2.000 ton ke Arab Saudi sebagai bagian dari proyeksi ekspor hingga 20.000 ton. Ekspor tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji dan umrah asal Indonesia, sekaligus membuka peluang pasar lebih luas.

Ke depan, pemerintah juga menjajaki ekspor ke sejumlah negara lain seperti Papua Nugini dan Malaysia.

“Tahun ini kita proyeksikan mengarah ke ekspor, berbeda dengan tahun lalu yang surplus tetapi belum ekspor,” tambahnya.

Untuk komoditas lain seperti jagung, cabai, gula, daging, dan telur ayam, Sudaryono memastikan ketersediaannya cukup dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2026.

Namun, dia menegaskan, proyeksi tersebut bukan berarti stok akan habis setelah periode tersebut, melainkan akan terus diperkuat oleh siklus produksi dan panen yang berjalan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Puncak Mudik, Kapolresta Malang Kota Tinjau Kesiapan Terminal Arjosari
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Mastercard dan CLIK Biro Kredit Indonesia Kolaborasi Perkuat Lembaga Keuangan
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal dan Titik Lokasi Contraflow Tol Trans Jawa
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Cerita Penjual Kulit Ketupat di Palmerah: Anyaman dan Harapan Jelang Lebaran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
TAUD Khawatir Ada Konflik Kepentingan di Balik Penangkapan Empat Pelaku Penyiraman Andrie Yunus oleh TNI
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.