Teheran: Komandan Pasukan Darat Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menegaskan bahwa seluruh personel militer yang ditempatkan di kepulauan Teluk Persia berada dalam kesiagaan penuh.
Karami melakukan inspeksi ke sejumlah pangkalan militer di wilayah strategis tersebut.
“Pasukan IRGC akan memberikan respons cepat dan tegas terhadap setiap langkah konyol yang dilakukan oleh pihak musuh,” tegas Karami, seperti dikutip dari Press TV, Rabu 18 Maret 2026.
Penegasan ini muncul di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Baca Juga :
Balas Kematian Larijani, IRGC Klaim Gempur 100 Target di IsraelAnggota parlemen meninjau langsung terminal minyak Kharg, fasilitas petrokimia, serta rumah sakit minyak di pulau tersebut. Delegasi dipimpin oleh Ketua Komisi Mousa Ahmadi bersama sejumlah perwakilan dari wilayah Bandar Abbas, Lamerd, dan Bushehr untuk memetakan kebutuhan mendesak yang perlu ditangani pemerintah.
Kunjungan ini dilakukan beberapa hari setelah jet tempur Amerika Serikat menyerang sejumlah fasilitas petrokimia di Pulau Kharg pada Sabtu pekan lalu. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer gabungan AS-Israel terhadap kedaulatan Iran.
Sebagai bentuk balasan, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan serangan udara yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Klaim dari pihak Teheran menyebutkan serangan tersebut berhasil merusak sejumlah pesawat dan sistem avionik, termasuk enam pesawat pengangkut bahan bakar jenis A-130.
Konflik ini dipicu oleh agresi militer gabungan AS dan Israel pada akhir Februari 2026 yang menyasar 30 titik di Teheran. Insiden tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat senior negara lainnya.
Sejak saat itu, militer Iran secara konsisten meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan AS di seluruh kawasan. Pihak IRGC menyatakan tidak akan mundur dan akan terus memperkuat pertahanan di pulau-pulau Teluk Persia untuk mengamankan aset strategis nasional dari serangan lanjutan.
(Kelvin Yurcel)




