Cerita Veri Mudik Naik Sepeda dari Tangsel ke Palembang: Liburan Sambil Olahraga

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Biasanya, kebanyakan pemudik akan menggunakan motor atau mobil untuk menempuh perjalanan ke kampung halaman. Berbeda dengan Veri Sanovri (50), yang lebih memilih sepeda untuk pulang ke Palembang.

Bertolak dari kediamannya di Kota Tangerang Selatan pada Selasa (17/3) pukul 09.00 WIB. Veri terus mengayuh sepeda surly berwarna hitam miliknya menuju Pelabuhan Ciwandan hingga tiba sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari puluhan ribu pemudik yang memadati Pelabuhan Ciwandan, Veri dengan santai mengayuh sepedanya untuk ikut mengantre di areal buffer zone sambil menunggu naik ke kapal feri yang akan membawanya ke Pulau Sumatera.

Usut punya usut, mudik menggunakan sepeda bukan pengalaman pertama bagi Veri. Ia mengaku hampir tiap tahun pulang ke kediaman orang tuanya di Palembang menggunakan sepeda.

"Hampir tiap tahun (mudik pakai sepeda), dari tahun 2018, cuma tahun kemarin (2025) aja yang enggak soalnya sepedanya masih di Palembang," kata Veri ditemui di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten pada Selasa (17/3) malam.

Diakui Veri, memilih sepeda sebagai alat transportasi mudik bukan tanpa alasan. Selain karena praktis, ia memang memiliki hobi bersepeda sejak lama.

Di samping itu, lanjutnya, anak dan istrinya kerap memutuskan untuk tidak ikut mudik ke rumah orang tuanya ke Palembang, sehingga hal itu menguatkan dirinya menggunakan sepeda.

“Memang hobi bersepeda, jadi sekalian saja mudik sambil liburan. Kebetulan anak, istri gua ga ikut, jadi kalau sendiri mending sepedaan. Kecuali mereka ikut, mungkin bakal pakai mobil,” ujarnya.

Meski begitu, diakui Veri, memilih sepeda sebagai transportasi untuk mudik kerap dipertanyakan oleh istrinya lantaran mengkhawatirkan keselamatannya. Namun ia selalu bisa meyakinkan kalau perjalanannya akan baik-baik saja.

"Pasti (diomelin), istri sering banget tuh ngomong 'ngapain sih pakai sepeda', tapi yah biar ga ribet aja, kita pastiin bakal aman, sekalian olahraga, liburan juga," kelakarnya.

Ia mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk melakukan perjalanan ratusan kilometer dari Kota Tangerang Selatan menuju Palembang. Itu karena bersepeda sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Namun kata Veri, dirinya selalu membawa tenda yang bakal digunakan untuk beristirahat selama perjalanan menuju Palembang bila tak menemukan tempat beristirahat.

"Ga ada (persiapan khusus), karena udah sering kali ya (bersepeda). Gua paling bawa tenda aja, buat tidur kalau ga nemu pos pelayanan atau pos pengamanan," ucap Veri.

Ia menargetkan untuk tiba di kampung halamannya di Palembang pada hari Jumat (20/3) mendatang. Hal itu lantaran dirinya lebih memilih tidak melakukan perjalanan di malam hari agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sampai sana mungkin malam takbir ya, kalender pemerintah ya Lebarannya. Soalnya gua ga jalan malam, ngeri juga kan, tahu sendiri lah daerah Sumatera masih banyak jalan gelap,” katanya.

Meski harus menempuh perjalanan jauh, Veri mengaku menikmati setiap momen selama perjalanan. Baginya, mudik dengan sepeda memberikan pengalaman tersendiri yang tidak bisa didapatkan jika menggunakan kendaraan lain.

"Ya happy aja, senang di perjalanan itu ketemu banyak orang-orang baik, nawarin minum, nawarin makan," tandas Veri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan 17 Maret 2026 Malam, One Way Lokal hingga KM 263
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Siapa Ali Larijani, Sosok Penting Iran yang Gugur dalam Serangan Israel?
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Arbeloa Sanjung Pengorbanan Pemain Madrid untuk Singkirkan City
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Mulai Disalurkan ke 33 Juta Penerima Manfaat
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Balas Pembunuhan Kepala Keamanan Ali Larijani, Iran Bombardir Tel Aviv dengan Rudal Kluster yang Sulit Dicegat
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.