Ekonom: Kerja sama RI-Jepang di bidang energi jadi langkah rasional

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono memandang kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang dalam menandatangani memorandum of cooperation (MoC) bidang mineral kritis dan energi nuklir menjadi langkah yang rasional di tengah situasi geopolitik global.

“Langkah ini merupakan respons rasional terhadap disrupsi geopolitik. Posisi Indonesia saat ini justru berada pada window of opportunity (celah peluang, red.) yang sangat baik,” ujar Hendry dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Selain itu, dia memandang kerja sama tersebut tidak hanya mengenai pasokan energi, tetapi berpotensi menciptakan dampak ekonomi yang berlapis bagi Indonesia. Mulai dari peningkatan efisiensi produksi hingga penciptaan lapangan kerja.

“Diharapkan ada multiplier effect (efek berganda, red.) bagi efisiensi produksi nasional, peningkatan pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu, dia mengatakan kerja sama dengan Jepang dalam bidang energi menjadi sinyal Indonesia semakin serius dalam mengembangkan energi bersih berbasis teknologi maju.

“Ini menunjukkan ada langkah maju, meskipun jalan menuju realisasinya masih panjang,” ujarnya.

Walaupun demikian, dia mengingatkan pemerintah mengenai pentingnya memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal, terutama dalam aspek alih teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar.

Sebelumnya, 15 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menandatangani kerja sama dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Ryosei Akazawa.

Kerja sama pada sektor mineral kritis akan diarahkan pada penguatan rantai pasok global agar lebih aman dan andal, sementara kerja sama energi nuklir difokuskan pada pengembangan teknologi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi.

Adapun Jepang berkomitmen mendukung penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara.

Baca juga: Menteri Bahlil lepas 1.496 peserta mudik bersama sektor ESDM

Baca juga: Menteri ESDM pastikan pasokan energi aman di tengah dinamika global

Baca juga: Bahlil: Pemerintah kaji opsi WFH demi hemat BBM




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Pastikan Pejabat Keamanan Tertinggi, Ali Larijani Gugur dalam Serangan AS-Israel
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[Berita Terlarang] Beijing Kembali Mendapat Kabar Buruk : Kuba Mengkonfirmasi Dialog dengan AS, Mengirim Sinyal Menyerah
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
FAM Kecewa Vietnam Lolos Piala Asia 2027! Malaysia Disanksi AFC, Banding Segera Diajukan?
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Film Pangku Akan Tayang di Hong Kong International Film Festival ke-50
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemain PSM Makassar Diminta Latihan Mandiri, Wajib Timbang Badan Usai Libur Lebaran
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.