KM Ciremai, Lebaran bersama Lautan hingga Pelayanan dalam Perjalanan yang Panjang

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

KM Ciremai kembali membawa berjuta-juta rindu para perantau dari timur Indonesia kembali ke rumah. Banyak cerita digoreskan di sana. Lebaran berteman lautan hingga kerendahan hati sebuah pelayanan menjadi bunga indah dalam perjalanan puluhan ribu kilometer itu.

Sejak Senin (16/3/2026) siang, ribuan calon penumpang sudah memadati Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua. Salah satunya Nursiah (41). Sendirian, dia akan menuju kampung halamannya di Subang, Jawa Barat, melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Nursiah sudah lama menahan rindu. Sejak merantau pada 2014, ia tidak bisa sering-sering mudik. Waktu panjang dan biaya perjalanan tidak sedikit membuatnya hanya pulang 2-3 tahun sekali. Sebelum tahun ini, perjalanan terakhirnya adalah jelang Lebaran 2023.

”Di Subang masih ada ibu dan beberapa saudara. Di sana saya pulang ke rumah ibu,” kata Nursiah yang bekerja sebagai petani sekaligus pedagang di Kabupaten Keerom ini.

Akan tetapi, rindunya kemungkinan tidak dilepaskan di saat yang tepat. Saat Lebaran datang pada 20 Maret atau 21 Maret, dia masih ada di kapal. Tanpa dikelilingi sanak saudara, hanya laut lepas yang menjadi teman di hari kemenangan.

”Ini akan menjadi pengalaman pertama Lebaran di kapal. Beberapa keluarga lain sudah mudik lebih dulu, saya pulang paling belakangan,” ujarnya.

Perjalanan panjang

KM Ciremai menjadi salah satu kapal dengan rute sangat panjang. Berkapasitas 2.000 penumpang, kapal ini berlayar mengarungi berbagai lautan, dari timur hingga barat Nusantara. Dari utara Papua, Laut Banda, hingga Laut Jawa.

Ada 10 pelabuhan pemberhentian untuk tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Tak tanggung-tanggung, perjalanannya memakan waktu sekitar tujuh hari.

Berangkat dari Jayapura, kapal akan berlayar ke Kepulauan Yapen (Papua), Biak (Papua), Manokwari (Papua Barat), dan Sorong (Papua Barat Daya).

Meninggalkan tanah Papua, kapal menuju Ambon (Maluku) dan Namlea (Maluku). Setelah singgah di Baubau (Sulawesi Tenggara) serta Makassar (Sulawesi Selatan), kapal mendekati Pulau Jawa.

Setelah menurunkan penumpang di Surabaya (Jawa Timur), kapal mengakhiri perjalanannya di Tanjung Priok.

Baca JugaBersiap Mudik, Tiket Kapal, KA, Pesawat, dan Tol Diskon hingga 30 Persen
Silaturahmi virtual

Selama dalam perjalanan, Nursiah belum tahu pasti apa yang akan dia lakukan. Untuk sementara, dia tertarik dengan layanan internet berbayar di atas kapal atau ”Sea Wi-Fi”.

Dengan begitu, saat perayaan Lebaran di tengah laut, Nursiah masih bisa terhubung dengan orang di rumah. ”Mungkin saat malam sebelum Lebaran mau teleponan dengan orang rumah. Tadi dengar ada layanan Wi-Fi, nanti mau nyoba pakai itu,” ucap Nursiah.

Sama seperti Nursiah, Hasan (33) penumpang lainnya, juga harus menunda momen berkumpul dengan keluarga saat Lebaran. Ia juga sepertinya harus mengandalkan pertemuan virtual dengan keluarganya di Sidrap, Sulsel.

”Saya baru tahu kalau ada layanan Wi-Fi itu. Mungkin nanti mau coba juga, biar di tengah laut juga tidak bosan selama di kapal,” ujar Hasan yang akan tiba di Pelabuhan Makassar, Minggu (22/3/2026) dini hari.

Hasan mengatakan telah berdamai saat harus merayakan Lebaran di jalam. Bagi dia, yang terpenting adalah tetap bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Kapan pun waktunya tidak masalah.

Baca JugaPelni Siaga dari H-15 Hingga H+15 Lebaran

”Apalagi dengan ekonomi yang serba sulit ini. Jadi, pulang itu harus menyesuaikan kondisi ekonomi. Mau cepat, naik pesawat, tapi harga tiket mahal,” tutur Hasan yang bekerja sebagai karyawan di salah satu toko di Kota Jayapura.

Kendati dengan harga terjangkau, Hasan merasa pelayaran dengan kapal bisa tetap menyenangkan. Apalagi, kini pelayaran panjang terbantu dengan berbagai fasilitas kapal yang terus ditingkatkan.

Namun, ia tetap berharap agar berbagai perbaikan setiap lini juga harus terus dilanjutkan. ”Mungkin nanti bisa ditingkatkan terkait ketertiban dari para pemudik. Kalau soal fasilitas di kapal, saya lihat semakin bersih,” katanya.

Lebaran di lautan

Jika banyak pemudik baru pertama kali merayakan Lebaran di tengah laut, beda halnya dengan kru kapal. Sebagian besar kru KM Ciremai rutin merayakan hari raya saat pelayaran.

Kapten KM Ciremai, Erivaldi Rauza (52), misalnya, hampir tidak pernah meninggalkan tugas setiap arus mudik. Ia bersama lebih dari 130 kru kapal harus tetap bekerja memastikan para pemudik sampai ke tempat tujuan dengan aman dan nyaman.

Baca JugaPemudik di Jayapura Bersiap, Jalur Laut Tetap Jadi Primadona

Di pelayaran kali ini, ia yakin kapal telah siap berlayar dari Jayapura hingga Jakarta sejauh lebih dari 2.400 mil laut atau setara dengan 4.400 kilometer. Jarak itu hampir setara dengan tiga kali perjalanan darat bolak-balik Jakarta ke Surabaya.

”Kami telah mempersiapkan kapal, mulai dari alat-alat keselamatan secara menyeluruh. Fungsi dan jumlahnya harus sesuai dengan aturan. Kami juga menyiapkan kesiapan kru dan akomodasi penumpang,” tutur Erivaldi.

Kami akan shalat Id secara bersama-sama di mushala. Untuk kru dan penumpang kita juga saling bersilaturahmi dan halalbihal juga.

Di sisi lain, Erivaldi juga memastikan para penumpang bisa tetap merayakan ibadah Idul Fitri selama pelayaran. Dari atas kapal, pelaksanaan shalat Id tetap dilaksanakan di mushala kapal yang berkapasitas 200 orang jemaah.

”Kami akan shalat Id secara bersama-sama di mushala. Untuk kru dan penumpang kita juga saling bersilaturahmi dan halalbihal juga,” ucap Erivaldi.

Di sisi lain, sama seperti para penumpang, kru termasuk Erivaldi juga akan bersilaturahmi dengan keluarga di rumah. Layanan Sea Wi-Fi kembali menjadi penghubung untuk pertemuan virtual ini.

Adapun layanan berbayar yang disediakan oleh PT Pelni ini menyediakan paket bervariasi. Ada yang per jam hingga bulanan dengan harga mulai dari Rp 20.000.

”Bisa dibeli di konter yang tersedia di kapal. Para kru juga beli, biasanya kami beli paket bulanan,” kata Erivaldi.

Baca JugaKisah Pejuang Mudik Berlayar Ribuan Kilometer demi Bertemu Keluarga

Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Jayapura Nurul Azhar menyampaikan, pihaknya selalu mengupayakan peningkatan kenyamanan dan kepuasaan penumpang. Perhatian seperti ini juga terus diupayakan saat memasuki periode puncak mudik Lebaran.

Seperti halnya dengan memberikan layanan Sea Wi-Fi sebagai pengobat rindu pada momen hari raya. Selain agar penumpang tidak akan jenuh saat pelayaran, fasilitas ini dimaksudkan agar penumpang bisa tetap saling terhubung dengan orang rumah.

Nurul juga terus mengingatkan agar penumpang menjaga kertertiban selama pelayaran. Dimulai dari pembelian tiket sejak jauh hari di agen-agen resmi hingga anjuran tidak membawa barang secara berlebihan.

”Demi kenyamanan bersama, kami mengimbau penumpang untuk tidak membawa barang-barang terlarang, seperti senjata api dan obat-obatan terlarang. Penumpang juga harus terus mengikuti arahan dari awak kapal selama pelayaran,” ujarnya.

Perjalanan panjang KM Ciremai akan selalu dikenang. Bersama doa dan kesiapan sebelum perjalanan, petualangan membelah lautan kembali dilakukan demi mengantar rindu kepada orang tersayang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Mudik 2026: One Way Lokal Diberlakukan dari GT Kalikangkung hingga Bawen
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Warga bersama Tokoh Masyarakat di Bekasi Gelar Santunan Anak Yatim dan Duafa Jelang Idulfitri
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dukung Mudik Gratis, Bank Aladin Syariah Siagakan Layanan Perbankan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bodohnya Bodo/Glimt: Keunggulan 3-0 di Leg 1 Sia-sia, Dilumat Sporting Lisbon 0-5!
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
DPR: Momentum Lebaran dorong ekonomi daerah lewat wisata domestik
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.