Zakat Fitrah Pakai Uang atau Beras? Ini Penjelasan Buya Yahya

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim memiliki kewajiban menunaikan zakat fitrah. Biasanya, zakat ini diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok seperti beras. Namun, di tengah perkembangan zaman, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, apakah zakat fitrah boleh diganti dengan uang?

Pertanyaan ini kerap menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat. Sebagian orang berpegang pada tradisi memberikan beras, sementara yang lain memilih memberikan uang karena dianggap lebih praktis dan sesuai kebutuhan penerima.

Baca Juga :
Hukum Pakai Jasa Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, Halal atau Haram? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Ustaz Abdul Somad
Dongeng Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jadi Momen Belajar Nilai Kebaikan bagi Ratusan Anak

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam hal ini memang terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut sudah ada sejak lama dan tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

“Menurut mazhab kita tidak boleh diganti dengan kimah nilai uang tapi di sana ada mazhabnya Imam Abu Hanifah radiah taala Anhu memperkenankan membayar zakat fitrah dengan kimah dengan nilai uang. Artinya di sini ada perbedaan di antara ulama, lalu apa yang kita pilih? Nggak perlu kita keras apalagi sampai debat ribut ini orang besar sudah berselisih dan gak masalah,” jelas Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Rabu, 17 Maret 2026.

Dalam mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, zakat fitrah umumnya diberikan dalam bentuk makanan pokok seperti beras. Hal ini dianggap lebih sesuai dengan tuntunan yang diajarkan dalam banyak referensi fiqih klasik.

Namun, dalam mazhab lain seperti yang dipelopori oleh Imam Abu Hanifah, zakat fitrah diperbolehkan diberikan dalam bentuk uang atau nilai yang setara dengan kebutuhan pokok tersebut. Perbedaan ini menunjukkan adanya kelonggaran dalam praktik, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengajak umat Muslim untuk melihat dari sisi manfaat bagi penerima zakat. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan zakat benar-benar membantu mereka yang membutuhkan.

“Tapi kita hendaknya cerdas mana yang lebih manfaat untuk orang fakir model hari ini dan zaman ini itulah hendaknya kita utamakan kalau manfaat bagi orang fakir zaman ini adalah beras kita beras kita kasih beras, cuman kalau manfaatnya orang fakir hari ini adalah uang kita kasih uang,” lanjutnya.

Baca Juga :
Arab Saudi Amati Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah Penentu Idul Fitri pada Rabu Besok
Jadwal Buka Puasa ke-27 Ramadhan, 17 Maret 2026 Untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya
Raup Cuan Berlipat di Ramadhan, UMKM Lokal Beberkan Strategi Promosi di TikTok

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ganja Medis Terbukti Tidak Efektif Obati Gangguan Mental
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Indonesia Surplus Beras 13 Persen, Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar Link CCTV Seluruh Tol Indonesia untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Apa Langkah Jakarta Setelah Longsor Bantargebang?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Mudik, Rekoleksi "Tulang" yang Terpencar
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.