Tak Ada Megawati Hangestri, Pemain Korea Ini Justru Makin Bersinar di V-League

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Saat Megawati Hangestri masih membela Red Sparks, pencapaiannya berhasil menyaingi beberapa pemain domestik Korea yang berstatus bergaji tinggi namun minim prestasi.

Pada musim pertamanya di Liga Voli Korea (V-League), Megawati – yang dijuluki “Megatron” – bahkan sempat membuat frustrasi Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung, dalam laga Red Sparks melawan Pink Spiders.

Meski awalnya diremehkan karena berasal dari Asia Tenggara, Megawati perlahan membawa Red Sparks yang sebelumnya tim medioker untuk lolos ke play-off V-League untuk pertama kalinya sejak 2011, setelah menempati posisi ketiga di babak penyisihan.

Megawati Hangestri, Vanja Bukilic dan Giovanna Milana saat berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews / Instagram/gia_day / KOVO

Prestasinya tak berhenti di situ; ia berhasil masuk tiga besar perolehan top skor selama dua musim berturut-turut.

Puncaknya, Megatron hampir membawa Red Sparks yang awalnya tim medioker menjadi juara V-League 2024/2025 usai bertarung 5 gim melawan Pink Spiders.

Ko Hee-jin sampai takjub melihat kemampuan Megatron, yang tetap berjuang di gim ke-5 dalam kondisi sedang cedera.

Selama membela Red Sparks, Megawati juga pernah menghadapi pemain domestik Korea, yakni Kang So-hwi.

Saat itu, Kang So-hwi banyak mendapat kritik dari penggemar voli Korea karena dianggap pemain dengan gaji fantastis namun minim kontribusi saat masih di GS Caltex.

Pemain Hi-Pass, Kang So-hwi.
Sumber :
  • Instagram/hipassvolleyclub

Namun, musim ini Kang So-hwi membuktikan kapasitasnya. Ia berhasil membawa Korea Expressway Hi-Pass menjadi juara musim reguler Liga Voli Korea 2025/2026, membuktikan bahwa kritik terkait “nilai pasarnya” kini tidak relevan.

Tim Korea Expressway Corporation bahkan menempati posisi pertama di musim reguler untuk pertama kalinya sejak 2017-18, sekaligus keempat kalinya sejak berdirinya tim.

Media Korea sempat menyoroti kontrak Kang yang mencapai 800 juta won per tahun dan memberinya julukan “Ratu Gaji” untuk divisi putri pada musim 2024-2025.

Meski begitu, awal musim V-League sempat menampilkan performa kurang maksimal dari Kang; ia hanya mencetak rata-rata 10 poin per pertandingan dengan tingkat keberhasilan serangan 29,68%. Kritikan pun muncul bahwa keterampilannya “terlalu tinggi dibandingkan gajinya.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhirnya Ditangkap! Pria Spesialis Pencuri Ponsel Milik Jemaah di Istiqlal Diamankan Setelah Beraksi Tiga Kali Sebulan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak dari Semua Negara, Bahlil: Termasuk Rusia!
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Timnas Indonesia Makin Solid, Comeback Elkan Baggott Buka Banyak Skema di Lini Belakang Racikan John Herdman
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
MBG Diliburkan selama Periode Lebaran, BGN: Negara Hemat Anggaran Rp5 Triliun
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Francesco Bagnaia Tanggapi Keputusan MotoGP Gelar Balapan di Sirkuit Jalanan Musim Depan, Baginya...
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.