USS Tripoli Terpantau di Selat Malaka, Bawa Ribuan Marinir Menuju Timur Tengah

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

SEBUAH kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang membawa ribuan personel Marinir dilaporkan tengah melintasi Selat Malaka menuju kawasan Timur Tengah. Berdasarkan data pelacakan maritim, Selasa (17/3), kapal serbu amfibi USS Tripoli terlihat mendekati Singapura setelah melintasi wilayah barat daya Laut China Selatan.

USS Tripoli merupakan kapal utama dalam kelompok siaga amfibi. Meskipun kapal perang AS sering kali mematikan transponder sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka demi kerahasiaan, kapal ini mengaktifkan pelacaknya saat melewati wilayah dengan lalu lintas maritim padat seperti perairan Singapura guna memastikan keamanan operasional.

Misi Khusus Marinir Okinawa

Tiga pejabat yang mengetahui rencana ini mengungkapkan USS Tripoli membawa pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-31 yang berbasis di Okinawa, Jepang. Unit ini merupakan kekuatan reaksi cepat yang terdiri dari sekitar 2.200 personel elite. Pengerahan ini dilakukan menyusul perintah langsung dari Pentagon untuk mengirim unit tersebut ke wilayah Timur Tengah.

Baca juga : Penerbangan Internasional ke Timur Tengah Normal? Ini Penjelasan Lengkap Kemenhub

Hingga saat ini, pihak berwenang AS belum memberikan rincian spesifik mengenai lokasi penempatan akhir atau tugas yang akan diemban oleh unit tersebut. Secara struktural, sebuah MEU terdiri dari empat elemen utama: komando, tempur darat, tempur udara, dan logistik. Unit ini dikenal spesialis dalam operasi evakuasi, serbuan amfibi dari kapal ke pantai, hingga operasi khusus.

Kekuatan Tempur USS Tripoli

Data dari marinetraffic.com menunjukkan sebuah "kapal perang AS yang tidak ditentukan" berangkat dari Okinawa pada 11 Maret. Kapal tersebut melaju melintasi Laut China Selatan dengan kecepatan sekitar 22 knot (22 mph) sebelum mencapai perairan dekat Singapura pada Selasa pagi.

USS Tripoli memiliki profil yang mengesankan. Dengan panjang hampir 260 meter dan bobot perpindahan 45.000 ton, kapal ini pada dasarnya berfungsi sebagai kapal induk kecil. Tripoli dirancang untuk mengangkut jet tempur siluman F-35B, pesawat angkut vertikal MV-22 Osprey, serta berbagai kapal pendarat untuk mobilisasi pasukan ke daratan.

Dalam formasi standarnya, USS Tripoli biasanya didampingi oleh kapal dok transpor amfibi USS New Orleans dan USS San Diego. Namun, keberadaan kedua kapal pendukung tersebut belum dapat dikonfirmasi melalui situs pelacakan maritim pada waktu yang sama. Pihak Armada ke-7 dan Armada ke-5 US Navy sejauh ini belum memberikan komentar resmi terkait pergerakan armada tersebut. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Tinjau Kereta Ekonomi Kerakyatan di Pasar Senen, Tarif Turun-Kualitas Meningkat
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Perdana Ramadan Tanpa Paula Verhoeven, Baim Wong Kerja Sambil Urus Anak: Agak Tricky
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Dorong Koperasi Lebih Profesional, Diskop UKM Makassar Gelar Evaluasi Program KKMP
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Dua Hari Pemantauan di Arab Saudi, 2.248 Jamaah Umrah Indonesia Bertolak ke Tanah Air
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Tiga Pengedar Sabu di Desa Rajik Ditangkap, 10,53 Gram Disita
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.