Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Aceh Timur: Sebagian warga penyintas banjir di Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kini beralih profesi menjadi buruh kayu sisa banjir. Pekerjaan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendapatan rumah tangga.

"Banyak warga sekarang kerja belah kayu, angkat kayu, jadi buruh kayu gelondongan bekas banjir," kata Kepala Desa Babo Khairi Ramadhan, dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026. 

Dia menjelaskan bahwa warga yang beralih profesi sebagai buruh kayu sebelumnya bekerja di perkebunan sawit milik sendiri maupun perusahaan. Namun, lahan-lahan sawit tempat mereka bekerja hancur diterjang banjir membuat mereka kehilangan pekerjaan.
 

Baca Juga :

Pemerintah Salurkan Bantuan Rp100,97 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh Timur

Khairi menjelaskan bahwa para warga tidak hanya bekerja sebagai buruh kayu untuk kayu bekas banjir yang berada di desa setempat. Mereka juga bekerja mengangkat kayu-kayu dari desa lain yang diangkut melalui pelabuhan di Desa Babo.

"Kebetulan pelabuhan kami aktif jadi kayu-kayu gelondongan dari atas (desa-desa lain) dihanyutkan ke sini untuk bongkar muat dari sini," ungkapnya. 

Dia menjelaskan bahwa kayu-kayu bekas banjir biasanya dibelah sebelum dijual ke warga yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pembangunan rumah, tempat usaha, dan lainnya.

Selain itu, kayu-kayu gelondongan biasanya disalurkan ke pabrik yang ada di Medan, Sumatra Utara. "Jadi sudah ada pembeli yang memesannya," ucapnya. 

Dia mengatakan keputusan warga untuk beralih profesi tersebut terpaksa dilakukan karena tidak ada lahan sawit yang digarap. Sementara mereka harus memiliki sumber pendapatan untuk menuju kebutuhan rumah tangga.


Kayu gelondongan yang terbawa banjir di Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati


Saat ini, warga Desa Babo sedang berjuang untuk menata kembali perekonomian yang lumpuh akibat bencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025. Selain bekerja sebagai buruh kayu, sebagian warga juga menjalankan usaha kecil menengah seperti menjual sembako, makanan termasuk berjualan takjil, dan lainnya.

"Memang masih banyak warga yang mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka, tetapi banyak juga yang mulai menghidupkan lagi usaha ekonomi mereka," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta saat Mudik Lebaran 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Serangan Israel Lagi-Lagi Hantam Kamp Pengungsian di Khan Yunis, 2 Orang Tewas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Incar Minyak Rusia yang Lebih Murah, Sanksi AS Jadi Batu Sandungan
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jelang Lebaran, Pemerintah dan Pertamina Pastikan Stok LPG dan BBM Aman
• 7 menit lalumedcom.id
thumb
ASDP Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Terjadi Malam Ini
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.