Belum genap sebulan digunakan, jalan hotmix senilai Rp18 miliar di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak parah. Kondisi ini membuat warga setempat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan menyelidiki proyek tersebut.
Kerusakan fatal ini terpantau di ruas jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada yang baru rampung pada akhir 2025. Permukaan aspal tampak retak, pecah, hingga mengeluarkan lumpur dari bagian dalam badan jalan.
Padahal, jalur sepanjang empat kilometer ini merupakan akses utama bagi tujuh ribu warga di lima desa. Infrastruktur tersebut menjadi tumpuan mobilitas masyarakat yang telah terisolasi selama puluhan tahun.
Baca juga:
Perbaikan Jalan di Kediri Dikebut Jelang Lebaran
Warga menduga kerusakan ini dipicu oleh penggunaan material berkualitas rendah yang menyalahi spesifikasi teknis. Kekecewaan masyarakat kian memuncak karena mereka telah merelakan lahan dan tanaman produktifnya digusur demi proyek tersebut.
"Pekerjaan sudah masuk final, tapi jalan masih rusak. Kami minta perusahaan dan pemerintah bertanggung jawab, kerja harus tuntas dan bermutu," tegas warga Desa Ngera, Yanuarius Tenda.
Masyarakat kini mendesak KPK untuk menyelidiki kejanggalan proyek ini guna mencegah potensi kerugian negara. Mereka berharap jalan segera diperbaiki secara menyeluruh agar berfungsi sebagai urat nadi kehidupan, bukan sekadar proyek asal jadi.




