Psikolog Ungkap Manfaat Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ramadhan sering menjadi momen yang tepat bagi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Selain melalui kegiatan ibadah, banyak orang tua memanfaatkan waktu kebersamaan untuk mengajarkan empati, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama dengan cara yang menyenangkan.

Salah satu pendekatan yang kembali mendapat perhatian adalah kegiatan mendongeng. Metode ini dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan moral kepada anak tanpa terasa menggurui. Cerita yang disampaikan dengan cara interaktif juga membuat anak lebih mudah memahami dan mengingat nilai yang disampaikan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Dongeng Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jadi Momen Belajar Nilai Kebaikan bagi Ratusan Anak
Pengalaman Orang Tua dan Anak di Roblox: Hiburan Seru atau Kekhawatiran Nyata?

Di tengah suasana Ramadan tahun ini, kegiatan mendongeng kembali hadir melalui program Safari Dongeng Ramadan (SADORA). Program yang telah berlangsung sejak 2003 tersebut menghadirkan sesi dongeng interaktif yang dirancang untuk menemani anak-anak menjelang waktu berbuka puasa.

Mengangkat tema “Kebaikan dan Kepedulian terhadap Sesama Makhluk Hidup”, cerita yang dibawakan mengajak anak-anak memahami pentingnya empati, tanggung jawab, serta rasa syukur. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi juga kepedulian terhadap hewan dan lingkungan sekitar.

Dalam praktiknya, cerita disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan interaktif sehingga anak dapat terlibat secara emosional dengan alur cerita. Metode ini dianggap mampu membantu anak memahami konsep moral dengan lebih mudah.

“Saya mengapresiasi upaya McDonald’s Indonesia menghadirkan SADORA yang semakin komprehensif dan mendukung terciptanya quality time yang berkesan bagi keluarga. Mendongeng adalah metode efektif untuk membangun keterlibatan emosional anak sekaligus mendorong imajinasi mereka. Nilai empati, rasa syukur, kepedulian, dan tanggung jawab juga dapat ditanamkan sejak dini tanpa terkesan menggurui. Seminar parenting dapat menjadi ruang refleksi bagi orang tua untuk menemukan cara praktis menanamkan nilai kebaikan sesuai tahap perkembangan anak,” ujar Nisfie Hoesein, Psikolog Tumbuh Kembang Anak, dalam keterangannya, dikutip Selasa 17 Maret 2026.

Tahun ini, kegiatan tersebut diperluas jangkauannya hingga 51 kabupaten/kota di 19 provinsi. Program berlangsung sepanjang 26 Februari hingga 15 Maret 2026 dan melibatkan lebih banyak anak dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain sesi dongeng, sejumlah kegiatan pendamping juga dihadirkan untuk melibatkan orang tua. Salah satunya melalui seminar parenting yang membahas cara membangun karakter positif anak di era modern.

Baca Juga :
223 Perempuan dan 202 Anak di Iran Tewas Akibat Serangan AS-Israel
Jangan Anggap Sepele! Ibu Harus Tahu 5 Bahaya GTM pada Anak
Gandeng BAZNAS, Akulaku Group Latih Keterampilan Anak Binaan LPKA Jakarta

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Andal Jelang Idulfitri 1447 H
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mudik Gratis BUMN, PNM Berangkatkan Ratusan Peserta
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur, Segini Harganya di Indonesia
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ask The Expert: Tips Tampil Fresh Selama Puasa di Bulan Ramadan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Wihaji: Perlindungan Anak di Ruang Digital, Peran Keluarga Jadi Kunci
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.