JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku penyiram air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus tertangkap kamera CCTV berganti pakaian saat melarikan diri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan dugaan pelaku berganti baju karena terkena air keras.
Selain itu, pelaku diduga berupaya mengelabui polisi dengan baju yang berbeda.
“Bisa jadi menghilangkan jejak atau juga terkena cairan tersebut,” kata Budi kepada Kompas.com, Selasa (14/3/2026).
Namun Budi belum menjelaskan lebih lanjut terkait motif pelaku mengganti baju.
Menurut dia, pihaknya perlu meminta keterangan pelaku terlebih dahulu untuk memastikan hal tersebut.
“Tapi untuk pastinya nanti setelah pelaku tersebut diamankan,” kata Budi.
Baca juga: Polisi: Terduga Penyiram Air Keras Andrie Yunus Sempat Ganti Baju Saat Kabur
Sebelumnya, pengacara AMAR Law Firm, Airlangga Julio, mengatakan pihaknya menduga salah satu pelaku terkena air keras.
Sebab, tak jauh dari lokasi kejadian, ditemukan helm dan wadah yang diduga berisi cairan air keras.
Selain itu, Julio juga menyoroti pelaku yang melaju dengan kecepatan lebih kencang dan melawan arah setelah pergi dari TKP.
“Kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka karena air keras yang dia siram,” kata Julio dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Senin (16/3/2026).
Dia juga menduga pelaku bisa saja mendapat bantuan tenaga medis untuk menangani luka yang diperoleh karena air keras.
“Kami menekankan kepada aparat penegak hukum agar memeriksa segera fasilitas medis atau tenaga medis yang mungkin punya kemampuan diam-diam menyembuhkan pelaku,” ujar dia.
Baca juga: RSCM Ungkap Cara Obati Mata Andrie Yunus yang Disiram Air Keras
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.