Ustadz Maulana ungkap cara kendalikan diri tanpa pasangan selama 7 tahun menduda

brilio.net
2 jam lalu
Cover Berita

Brilio.net - Sejak berpulangnya Nuraliyah Ibnu Hajar pada tahun 2019, Ustadz Maulana menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal dengan penuh keteguhan. Pendakwah yang dikenal dengan gaya cerianya ini memilih untuk tidak membina rumah tangga baru dengan wanita lain sepeninggal sang istri.

Strategi Menahan Diri Melalui Ibadah

BACA JUGA :
Jadi single father, cara parenting Ustaz Maulana tanpa memarahi anak ini bisa jadi inspirasi bijak


Ustadz Maulana
foto: PWK channel YouTube HAS Creative

Genap tujuh tahun menyandang status duda, pria bernama lengkap Muhammad Nur Maulana ini mengakui bahwa mengontrol diri tanpa pendamping bukanlah perkara yang sederhana.

"Maaf ya, laki-laki itu tidak boleh tidak punya pasangan. Ibarat pedang kehilangan sarungnya, dia bisa menggores ke mana-mana. Jadi harus dikendalikan," kata Ustadz Maulana, dikutip brilio.net dari podcast PWK channel YouTube HAS Creative, Selasa (17/3/2026).

BACA JUGA :
Momen Ustaz Maulana kena tilang karena nggak pakai helm saat naik ojek, aksinya bikin kocak

Ustadz Maulana
foto: PWK channel YouTube HAS Creative

Sebagai solusi untuk meredam keinginan menikah kembali dan mengelola hawa nafsu, Ustadz Maulana menerapkan metode spiritual yang telah ia jalani sejak seminggu setelah sang istri wafat, yakni konsisten menjalankan Puasa Idris (puasa setiap hari).

"Ya kan ada hadits yang berbunyi begini: Menikahlah. Kalau kau tidak sempat menikah, berpuasalah. Jadi saya memilih untuk berpuasa setiap hari," tuturnya.

Kesetiaan yang Berakar dari Perjuangan Panjang

Keputusan untuk tetap sendiri juga didasari oleh rasa hormat terhadap kenangan indah bersama almarhumah. Perjalanan cintanya tergolong luar biasa, di mana ia harus bersabar menunggu selama 15 tahun sebelum akhirnya cintanya diterima oleh Nuraliyah. Menggantikan sosok yang diperjuangkan belasan tahun tentu bukan hal yang mudah dilakukan dalam waktu singkat.

Fokus pada Pendidikan Anak dan Dakwah

Saat ini, di usianya yang menginjak 51 tahun, Ustadz Maulana lebih memilih mencurahkan seluruh energinya untuk berdakwah dan mendampingi keempat buah hatinya di Makassar. Ia menyadari pentingnya kehadiran orang tua sebagai sosok pendengar yang baik agar anak-anak tidak kehilangan arah.

"Terkadang, anak-anak itu salah jalan hanya karena dia tidak didengarkan dan tidak diapresiasi. Jadi sebisa mungkin, saya menjadi teman ngobrol untuk mereka dan memuji saat mereka memang layak mendapatkannya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngabuburit Lintas Generasi Yogyakarta: Indonesia Berdahulat. Jihad Konstitusi Terbuka
• 26 menit lalurepublika.co.id
thumb
Terjatuh di Transyogi, Luka Pemudik Asal Ciamis Dijahit Polisi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Lebaran, Sentra Kemensos Beri Potong Rambut Gratis Korban Bencana Brebes
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Antisipasi dampak perang AS-Iran, pemerintah efisiensi belanja APBN
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
CIMB Niaga (BNGA) Bakal Rombak Pengurus, Intip Nama Baru Calon Direksi
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.