Bahlil Buka Suara Soal Wacana Penerapan WFH demi Tekan Konsumsi Energi

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) secara luas, sebagai upaya menekan konsumsi energi nasional sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara lain.

Alasannya, Bahlil menilai bahwa pasokan energi di dalam negeri saat ini terbilang masih aman, seiring perkembangan situasi geopolitik global yang menurutnya mulai menunjukkan tanda-tanda positif.

Baca Juga :
Bahlil Lepas Keberangkatan 20 Bus Mudik Gratis, Tujuan Indramayu hingga Madiun
Jaga Demokrasi, Idrus Marham Ingatkan Kritik Harus Didasari Etika

Hal itu terkait dengan perang yang pecah di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel, dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Namun, Bahlil mengatakan bahwa saat ini sudah ada kebijakan buka-tutup yang diberlakukan di selat tersebut.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Hal itulah yang menurutnya memungkinkan kapal-kapal dari negara tertentu di luar Israel dan AS, telah kembali melakukan aktivitas dan komunikasi di kawasan itu. Bahlil menilai, hal itu merupakan sebuah perkembangan positif bagi stabilitas distribusi energi global.

"Jadi bagi kapal-kapal dari negara-negara yang bukan Israel dan Amerika itu, sekarang sudah bisa untuk terjadi komunikasi. Dan sebenarnya ini adalah sebuah perkembangan yang positif," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

Sementara dari sisi domestik, Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini masih terkendali. Terlebih untuk stok BBM, LPG, dan listrik, dipastikan berada pada level aman sesuai dengan standar minimal cadangan nasional.

Kondisi serupa juga terjadi pada stok batu bara untuk pembangkit listrik, yang menurutnya juga masih berada dalam batas aman dengan rata-rata cadangan di kisaran 14-15 hari sesuai standar minimal nasional.

Dengan demikian, Bahlil menilai bahwa belum ada urgensi untuk mengambil langkah ekstrem seperti penerapan WFH secara masif.

Namun, Bahlil mengakui bahwa saat ini pemerintah juga terus mengkaji opsi kebijakan pemberlakukan WFH untuk penghematan energi tersebut, utamanya soal efektivitas dalam menekan konsumsi energi. Dia mengaku, pemerintah masih harus menanti perkembangan ke depannya terkait kebijakan-kebijakan semacam itu.

"Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi lagi dikaji tentang apakah kita memang membutuhkan WFH," ujarnya.

Baca Juga :
Sokong Swasembada Energi, Danantara dan Tsingshan Group Hibahkan PLTS ke Warga Sumenep
Tak Perlu Panik! Pertamina Minta Warga Jangan Boros Beli BBM Jelang Lebaran
Pertamina Akui Sudah Amankan Pasokan Energi sebelum Pecah Perang Iran-AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baru Servis Berkala, Oli Mesin Wajib Diganti Sebelum Mudik?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Minta Tambah Uang Saku Pemudik Gratis Golkar: Kursi Tak Naik Tanpa Mereka
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Diungkap Trump, Amerika Serikat Makin Optimistis Aneksasi Kuba
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IKAPPI: Harga Bahan Pokok Melejit Jelang Idul Fitri, Cabai Rp105 Ribu
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polri Terapkan One Way Sepenggal di Tol Trans Jawa Mulai 17 Maret 2026
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.