Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 tumbuh di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Peningkatan pertumbuhan itu ditopang permintaan domestik.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan peningkatan pertumbuhan ekonomi terjaga di tengah berlangsungnya perang di Timur Tengah. Konsumsi rumah tangga naik didukung oleh peningkatan permintaan rumah tangga terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"Ini sejalan dengan perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan yang bersumber dari pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial (bansos) pemerintah, dan berbagai insentif pemerintah lainnya," ungkap Perry dalam konferensi pers Pengumuman Hasil RDG Bulanan Maret 2026 secara daring, Selasa, 17 Maret 2026.
Investasi juga diprakirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan investasi Danantara.
"Ke depan, dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspons secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," papar dia.
Baca juga: Konsumsi Domestik Masih Kuat, Pemerintah Pede Ekonomi Tetap Kokoh di Tengah Krisis
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Program pemerintah berdampak kuat dorong pertumbuhan
Perry menambahkan, keyakinan pelaku ekonomi baik rumah tangga maupun dunia usaha terus dijaga sehingga tetap dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi.
Berbagai program pemerintah yang berdampak kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja dengan tetap menjaga ketahanan fiskal terus dilakukan.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," terang Perry.


