RUPST CIMB Niaga (BNGA) April 2026 Usulkan Dividen 60% dari Laba, Nilainya Rp4,06 Triliun

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mengusulkan nilai dividen tunai tahun buku 2025 maksimal Rp4,06 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang bakal digelar pada Jumat (17/4/2026).

Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan (bank only) senilai Rp6,77 triliun, sehingga total dividen yang diusulkan itu setara dengan 60% laba perseroan.

“Perseroan akan mengusulkan kepada rapat untuk menyetujui penggunaan laba bersih perseroan (perseroan saja) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp6,77 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai final setinggi-tingginya 60% dari laba bersih perseroan tahun buku 2025,” usul perseroan, dikutip pada Selasa (17/3/2026).

Selain itu, perseroan juga mengusulkan penggunaan laba bersih perseroan (bank only) tahun buku 2025 sebagai laba yang ditahan sebesar Rp2,71 triliun untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.

Baca Juga : CIMB Niaga (BNGA) Bakal Rombak Pengurus, Intip Nama Baru Calon Direksi

Sesuai ketentuan Pasal 70 UUPT, jumlah minimum cadangan wajib ditetapkan sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Dengan modal sebesar Rp1,61 triliun, maka nilai minimum cadangan wajib yang harus dipenuhi mencapai sekitar Rp322,56 miliar

CIMB Niaga menjelaskan tidak menyisihkan laba bersih sebagai cadangan karena persyaratan minimum cadangan wajib sebagaimana diatur dalam Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) telah terpenuhi.

“Tidak menyisihkan sebagai cadangan, mengingat persyaratan minimum cadangan wajib telah terpenuhi,”  tulis perseroan. 

Untuk diketahui, perseroan akan menggelar RUPST pada April 2026. Terdapat 15 mata acara yang akan dibahas dalam rapat mendatang. Di antaranya penetapan penggunaan laba perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Kemudian, pengangkatan kembali sejumlah anggota Dewan Komisaris, dan anggota Dewan Pengawas Syariah. Mata acara selanjutnya yakni persetujuan perubahan susunan dewan pengawas syariah dan direksi perseroan.

Agenda lainnya yakni penetapan besarnya gaji atau honorarium, dan tunjangan lain bagi Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, serta gaji, tunjangan dan tantiem/bonus bagi Direksi Perseroan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legenda Jerman Berbondong-bondong Angkat Topi, Kevin Diks Diakui Jadi Jantung Pertahanan Gladbach di Bundesliga
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Plafon Pasar di Kabupaten Bandung Roboh, 1 Orang Tewas
• 10 jam laludetik.com
thumb
Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 Lewat Moda Transportasi Laut
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Selasa 17 Maret 2026 di Jabodetabek
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Micro-Retirement dan Ancaman Krisis Pemimpin
• 59 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.