Macet Puluhan Kilometer, Jalan Lintas Timur Sumatera Rute Jambi-Palembang Ditutup Sementara

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAMBI, KOMPAS — Kemacetan panjang di Jalur Lintas Timur atau Jalintim Sumatera yang menghubungkan Jambi dan Palembang belum terurai hingga Selasa (17/3/2026) siang. Petugas pun menutup sementara jalur itu. Pengendara dialihkan ke sejumlah jalur alternatif di Jalur Lintas Barat dan Jalur Lintas Tengah Sumatera.

Kebijakan itu diambil menyusul terjadinya lonjakan kepadatan kendaraan yang signifikan di Jalintim selama arus mudik Lebaran ini. Macet dipicu adanya kecelakaan di wilayah Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kemacetan terjadi hingga puluhan kilometer sejak lima hari terakhir.

“Kami menutup sementara Jalur Lintas Timur arah Jambi menuju Palembang. Pengendara dialihkan menuju jalur alternatif yang telah disiapkan,” ujar Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jambi, Komisaris Besar Erlan Munaji.

Dia menyebut, kebijakan pengalihan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama masa mudik.

Erlan menjelaskan, kendaraan pemudik yang berasal dari arah Aceh, Sumatera Utara, dan Riau dengan tujuan Palembang maupun Pulau Jawa dialihkan melalui dua opsi rute, yakni Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) dan Jalur Lintas Barat (Jalinbar), baik yang ingin memanfaatkan akses tol maupun jalur non-tol.

Bagi pengendara yang mengutamakan efisiensi waktu tempuh, Jalinbar menjadi pilihan utama dengan akses tol di akhir perjalanan. Rute yang disarankan meliputi Sorolangun–Lubuk Linggau–Musi Rawas–Lahat–Prabumulih–Palembang.

Setibanya di Prabumulih, pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tol Prabumulih–Palembang untuk mempercepat waktu tempuh menuju pusat Kota Palembang.

Baca JugaMacet Puluhan Kilometer di Lintas Timur Sumatera

Bagi yang memilih perjalanan tanpa melalui jalan tol, pengendara diarahkan melewati Jalinteng dengan rute Sarolangun–Lubuk Linggau–Musi Rawas–Sekayu–Betung–Palembang.

Erlan menambahkan, kepolisian juga mengupayakan sejumlah langkah operasional, seperti menambah personel di titik penyekatan dan persimpangan utama untuk mengarahkan kendaraan. Selain itu, ada pemasangan spanduk dan papan petunjuk arah sementara di titik perbatasan Riau–Jambi serta titik pengalihan arus lainnya.

Petugas juga diminta menginformasikan pengalihan arus ini secara masif melalui media sosial maupun media massa agar masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan dan tidak terjebak kemacetan di Jalintim.

Menurut Erlan, Polda Jambi berkoordinasi intensif dengan Polres Sarolangun (Jambi) dan Polres Musi Rawas Utara (Sumsel) untuk memastikan kesiapan pengamanan di Jalinteng dalam menerima lonjakan volume kendaraan pemudik.

Penutupan Jalintim dan pengalihan ke Jalinteng dan Jalur Barat diharapkan dapat cepat mengurai kepadatan lalu lintas di titik macet. Hal itu demi memberi kenyamanan bagi masyarakat yang dalam perjalanan mudik.

“Dengan dialihkannya kendaraan pemudik ke jalur alternatif, kami berharap arus lalu lintas tetap lancar dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Erlan.

Baca JugaKemacetan Panjang Pemudik Masih Terjadi di Gilimanuk

Polda Jambi juga mengimbau masyarakat yang mudik agar mematuhi arahan petugas lapangan, memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum perjalanan jauh.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Muaro Jambi Ajun Komisaris Yudha Bhara menyebut, pengalihan jalur utama ke jalur alternatif memang berdampak pada waktu perjalanan yang lebih lama. Namun, hal itu masih lebih baik ketimbang terjebak macet panjang.

“Di Banyung Lencir, kondisinya sudah terlalu padat dan kendaraan tidak bisa bergerak. Kalau dipaksanakan untuk lewat sana, malah akan semakin stuck,” katanya

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jambi, Benny, mengatakan, sejauh ini, arus lalu lintas di Jalinteng terpantau lancar meskipun lebih padat dari biasanya. Para pengendara dari arah Sumatera Barat yang memasuki wilayah Jambi langsung diarahkan lewat Jalinteng. “Petugas turut berjaga untuk membantu pengendara masuk jalur alternatif,” ujarnya.

Wenny Ira, salah seorang pemudik, menceritakan parahnya macet di Jalintim Sumatera. Dengan jarak 130 kilometer dari Sungai Lilin ke Kota Jambi, waktu tempuh yang diperlukan mestinya cukup tiga jam. Namun, akibat macet, ia terjebak lebih dari 12 jam di Jalintim Sumatera. ”Saya berangkat sore dan baru tiba di Jambi esok paginya,” tuturnya

Sepanjang jalur macet, kata Wenny, banyak pemudik yang terpaksa berbuka puasa di jalan. ”Kendaraan terjebak macet, para penumpang akhirnya berbuka puasa di jalan dengan kondisi yang memprihatinkan,” ucapnya.

Baca JugaKetika Rindu Kampung Halaman Terhambat Isi Dompet

Sejumlah penumpang pun terpaksa mampir ke rumah-rumah warga di sepanjang Jalintim karena ketiadaan toilet umum di tepi jalan. ”Benar-benar menyiksa perjalanan di jalur ini,” ungkap Wenny.

Kemacetan parah di jalur yang menghubungkan Jambi dan Palembang itu menjadi momok dalam empat tahun terakhir. Pada hari normal, kemacetan panjang kerap terjadi di ruas tersebut. Saat masa mudik Lebaran seperti sekarang, kemacetan semakin mencekam. Jika ada truk terbalik atau mogok di tengah jalan, kemacetan bisa terjadi berhari-hari.

Kemacetan parah di Jalintim beberapa hari terakhir disebabkan lonjakan jumlah pengendara dan dipicu kecelakaan pada sejumlah titik. Kecelakaan itu di antaranya terjadi di Kilometer (Km) 172 dan Km 184. Dua insiden tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan hingga puluhan kilometer.

Di Km 172, petugas akhirnya menderek sebuah minibus. Di Km 184, sebuah truk trailer yang mengangkut batang besi terguling. Akibat kecelakaan ini, badan truk menutup jalan pada kedua jalur.  

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Basar Nandang Mu’min mengatakan, saat ini, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Musi Banyuasin bersama Polsek Bayung Lencir dan Polsek Tungkal Jaya yang tergabung dalam Satgas Operasi Ketupat Musi 2026 terus berupaya mengurai kemacetan.

Baca JugaSistem Satu Arah Diuji Coba di Jalur Lembah Anai

”Kecelakaan di Km 172 dan 184 telah berhasil diatasi. Kini petugas terus berupaya mengatur lalu lintas di lapangan dengan menerapkan sistem buka tutup jalan agar arus kendaraan lancar,” ujar Nandang.

Petugas satlantas masih menyisir jalur macet dan mencari titik penyebab kemacetan. Petugas juga menindak pengendara yang nekat menyerobot antrean karena dapat memperparah kemacetan. Petugas juga membuka kantong-kantong parkir di wilayah Bayung Lencir dan Tungkal Jaya untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.

Kapolres Musi Banyuasin Ajun Komisaris Besar Ruri Prastowo menyebut, sejauh ini, kemacetan parah terjadi pada sejumlah beberapa titik Jalintim di wilayah Musi Banyuasin. Macet menyebar mulai dari Km 148 hingga Km 160, serta Km 176 sampai Km 185.

"Memang terjadi peningkatan volume kendaraan di Jalintim Musi Banyuasin. Titik kemacetan ada di Km 148 sampai Km 160 dan Km 176 sampai Km 185," kata Ruri.

Menurut Ruri, ada beberapa faktor yang menyebabkan kemacetan di jalur tersebut. Salah satunya adalah kondisi kontur jalan yang bergelombang dengan banyak tanjakan dan turunan sehingga membuat kendaraan besar melambat.

Kendaraan terjebak macet, para penumpang akhirnya berbuka puasa di jalan dengan kondisi yang memprihatinkan

Selain itu, masih banyaknya kendaraan truk besar yang melintas di jalur tersebut juga memperlambat arus lalu lintas, terutama saat volume kendaraan meningkat.

Selain itu, ketidaktertiban sebagian pengguna jalan juga turut memperparah kondisi kemacetan. Beberapa pengendara memilih melawan arus karena ingin lebih cepat sampai tujuan.

Kemacetan juga diperparah oleh insiden kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan, seperti truk terguling dengan muatan besi hingga truk yang mengalami patah as roda.

Ruri menambahkan, faktor lain yang memicu kemacetan adalah kondisi jalan yang belum mengalami pelebaran sehingga belum mampu menampung lonjakan volume kendaraan saat arus mudik.

"Belum adanya pelebaran jalan di Jalintim ini membuat kapasitas jalan tidak optimal menampung lonjakan kendaraan saat arus mudik," katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Polres Musi Banyuasin membentuk tim khusus untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalintim. "Kami membentuk tim urai kemacetan dan melakukan penebalan personel di sepanjang Jalintim," papar Ruri.

Polisi juga menerapkan sistem penarikan arus kendaraan guna memperlancar pergerakan lalu lintas di titik-titik yang mengalami kepadatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JICT Dukung Mudik Gratis Pelindo Group, Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Priok
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Wamendag tinjau stok dan harga pangan strategis di Pasar Mayestik
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Redmi 15 Resmi Rilis! HP Murah Rasa Flagship, Spek Bikin Melongo
• 32 menit lalutabloidbintang.com
thumb
HNW Soroti Meningkatnya Islamophobia, Dorong OKI Inisiasi Regulasi Global
• 21 jam laludetik.com
thumb
Kumpulkan 6 Menteri, Mensesneg Ungkap Pemerintah Siapkan Evaluasi Besar-besaran ASN
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.