Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dalam Bentrok, Ortu Soroti Fanatisme Almamater

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Duka mendalam masih menyelimuti keluarga siswa SMAN 5 Bandung yang tewas di kawasan Cihampelas. Firdan, ayah korban, berharap Pemerintah Kota Bandung dapat mengambil langkah konkret untuk meredam potensi pertikaian antar pelajar, termasuk kemungkinan aksi balas dendam.

“Saya harapkan pemerintah bisa memfasilitasi ini bagaimana penyelesaian dari pertikaian antara anak-anak sekolah, khususnya SMA. Yang dikhawatirkan kan itu, takutnya nanti ada tindakan balas dendam,” ujar Firdan saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).

Ia juga menyoroti kuatnya fanatisme almamater yang berpotensi memperkeruh situasi jika tidak segera ditangani.

Firdan berharap, langkah preventif dari pemerintah dapat mencegah kejadian serupa terulang serta menjaga kondusivitas di kalangan pelajar di Kota Bandung.

Firdan mengaku pertama kali menerima kabar meninggalnya sang anak dari pesan WhatsApp yang dikirim oleh teman korban kepada istrinya. Saat itu, ia mendapat informasi bahwa anaknya mengalami kecelakaan dan telah meninggal dunia.

“Dari WA temennya ngirim-ngirim itu ke istri saya. Istri saya kontak itu, Fadli belum pulang, nah itu ternyata ada yang ngasih kabar,” ujar Firdan.

Ia menuturkan, kabar yang diterima menyebutkan bahwa anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan. Bahkan, foto saat korban mendapatkan pertolongan dari petugas ambulans turut dikirimkan.

“Iya, ngabarin bahwa ini kecelakaan dan sudah meninggal, posisinya meninggal. Dan foto saat itu sudah, foto saat sedang diberikan pertolongan ke dada itu oleh pihak ambulans,” katanya.

Setelah menerima kabar tersebut, Firdan langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, ia mendapati anaknya masih berada di lokasi, sementara pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Akhirnya saya menetapkan, saya mau ke lokasi aja gitu. Di lokasi memang Fadly masih ada di bawah pohon itu. Dan sedang dilakukan itu pemeriksaan oleh polisi, uji TKP lah,” ungkapnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Hingga saat ini, ia menyebut kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Intinya setelah dilakukan autopsi, baru jenazah itu bisa saya bawa pulang untuk dikebumikan. Itu saja. Mungkin kalau dilihat waktu, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Firdan juga mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui adanya dugaan bentrokan seperti yang beredar di masyarakat. Ia hanya mengetahui anaknya pergi untuk menghadiri kegiatan buka bersama sebelum kejadian.

“Oh iya saya masalah itu enggak tahu. Yang saya tahu Fadly pergi buka bersama. Ya pulangnya kecelakaan, gitu aja,” ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menpar Widiyanti Imbau Warga untuk Melaporkan Pungutan Liar di Tempat Wisata
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Situasi Pemudik H-4 Lebaran, Arus Keberangkatan dari Pasar Senen Meningkat Tajam
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
KAI Jakarta: Okupansi Masa Angkutan Lebaran 2026 Capai 68 persen
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinergi BUMN dan Swasta Dukung Kelancaran Mudik 2026
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Belum Juga Bertarung, Sean Strickland Sudah Ngaku Nyerah dari Khamzat Chimaev, Kok Bisa?
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.