TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang pemudik lanjut usia (lansia), Maryani (70), rela berangkat sejak dini hari dari Bandung, Jawa Barat, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, demi pulang ke Pontianak untuk merayakan Lebaran, Selasa (17/3/2026).
Maryani mengaku berangkat dari Bandung sekitar pukul 03.00 WIB untuk menghindari kemacetan di perjalanan menuju bandara.
"Sampai sini (Bandara Internasional Soekarno-Hatta) sekitar jam 06.00 WIB," ujar Maryani saat ditemui Kompas.com di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Selasa.
Baca juga: Harunya Wawan Mudik Gratis Bareng Keluarga: Biasanya Saya Naik Motor, Istri-Anak Naik Bus
Ia mengatakan, dirinya tidak keberatan harus menunggu lebih lama di bandara dibandingkan harus menanggung risiko ketinggalan pesawat.
Ia juga tak ingin terjebak antrean panjang saat check-in seperti yang terjadi beberapa hari lalu.
"Jadi biarin aja nunggu sini lama dan enggak ketinggalan pesawat juga jadinya," kata dia.
Maryani bercerita, mudik tahun ini menjadi momen yang sangat dinantikannya setelah dua tahun tidak pulang ke kampung halaman.
"Iya, Pontianak kampung halaman saya. Karenakan keluarga sudah banyak yang ke Bandung, kayak adik saya, keponakan," kata dia.
Untuk bisa pulang, Maryani membeli tiket pesawat sekitar sepekan sebelum keberangkatan.
Meski tidak mengalami kesulitan mendapatkan tiket, ia harus merogoh kocek lebih dalam karena harga tiket mengalami kenaikan.
Baca juga: Cerita Pasutri Mudik ke Palembang: Biarpun Tinggal di Jakarta, Harus Pulang Kampung
"Saya beli tiket sekitar seminggu yang lalu. Enggak susah dapatnya karena untuk sendiri saja, tapi harganya lumayan mahal," kata Maryani.
Ia menyebut harga tiket yang dibelinya mencapai Rp 1.500.000, lebih tinggi dibandingkan harga normal yang biasanya sekitar Rp 900.000.
Namun, ia terpaksa untuk mengambil tiket pesawat ke Pontianak dengan harga yang cukup mahal.
"Biasanya saya pakai Lion Air, tapi kemarin sudah penuh. Yang ada tinggal Garuda Indonesia," kata dia.
Dalam perjalanan mudiknya, Maryani juga membawa sejumlah oleh-oleh khas Bandung untuk keluarganya di Pontianak.
Namun, saat tiba di Pontianak nanti, ia mengaku tidak memiliki rencana khusus.
"Yang penting bisa jalan-jalan sama keluarga keliling Pontianak," ucap Maryani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


