Setangkai Bunga Mawar (Sebuah Kisah Renungan Kehidupan)

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Suatu hari, seorang pria berhenti dengan mobilnya di depan sebuah toko bunga.
Ia berniat memesan satu buket bunga untuk dikirim kepada ibunya yang tinggal jauh di kampung halaman.

Ketika pria itu hendak masuk ke toko bunga, ia melihat seorang gadis kecil duduk di pinggir jalan sambil menangis.

Pria itu menghampiri gadis kecil tersebut dan bertanya dengan lembut:

“Anak kecil, mengapa kamu duduk di sini sambil menangis?”

Gadis itu menjawab dengan suara tersedu:

“Aku ingin membeli setangkai bunga mawar untuk ibu, tapi uangku tidak cukup.”

Mendengar itu, pria tersebut merasa sangat iba.

“Oh begitu…”

Lalu ia menggandeng tangan gadis kecil itu masuk ke dalam toko bunga.

Pertama-tama, ia memesan buket bunga yang akan dikirim kepada ibunya.
Setelah itu, ia juga membeli setangkai bunga mawar untuk gadis kecil tersebut.

Ketika mereka keluar dari toko bunga, pria itu berkata kepada gadis kecil itu:

“Mau aku antar kamu pulang?”

Gadis kecil itu bertanya dengan mata berbinar:

“Benarkah Anda mau mengantar saya pulang?”

“Tentu saja.”

“Kalau begitu, tolong antar saya ke tempat ibu saya.
Tapi, Om… tempat ibu saya agak jauh dari sini.”

Pria itu bercanda sambil tersenyum:

“Kalau dari tadi tahu jauh, mungkin aku tidak akan mengantarmu.”

Namun ia tetap mengemudi mengikuti petunjuk gadis kecil itu.

Mobil mereka keluar dari jalan besar kota, lalu memasuki jalan pegunungan yang berkelok-kelok.

Akhirnya, mereka tiba di sebuah pemakaman.

Gadis kecil itu turun dari mobil, lalu berjalan ke sebuah makam yang masih baru.

Dengan hati-hati ia meletakkan bunga mawar itu di samping makam tersebut.

Ternyata, ia telah berjalan sangat jauh hanya untuk memberikan setangkai mawar kepada ibunya yang baru meninggal satu bulan yang lalu.

Pria itu terdiam.

Setelah mengantar gadis kecil itu pulang ke rumahnya, ia kembali lagi ke toko bunga.

Ia membatalkan pesanan bunga yang sebelumnya akan dikirim kepada ibunya.

Sebagai gantinya, ia membeli seikat bunga segar yang besar.

Lalu ia langsung mengemudi menuju rumah ibunya yang berjarak lima jam perjalanan.Kali ini, ia ingin memberikan bunga itu sendiri secara langsung kepada ibunya. (Jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Pelecehan Seksual yang Sempat Diduga Melibatkan Dosen Unpam Berakhir Damai
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Upaya Polisi untuk Ungkap Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Debut John Herdman di GBK: Mampukah Sang Eks Pelatih Kanada Bawa Garuda Juara FIFA Series?
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Di Dua Tempat Ini, Gus Yaqut dan Gus Alex Ditahan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kampung Arab Pekojan Lestarikan Tradisi Malam 27 Ramadhan
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.