JAKARTA, DISWAY.ID-- Pengacara Firdaus Oiwobo menanggapi kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus dari sudut pandang yang berbeda.
Pengacara nyentrik ini justru menilai sebagai aktivis janganlah terlalu berlebihan dalam mengkritisi suatu permasalahan.
BACA JUGA:DADA Perkuat Ekosistem Kuliner, Plaza Convill Jelang Lebaran Lewat Grand Opening Pappajack dan Daikoku
BACA JUGA:Ramadan-Idulfitri Dongkrak Konsumsi, BPJPH Ajak Pengusaha Hadirkan Produk Halal Berkualitas
Hal tersebut Ia ungkapkan dalam sebuah video unggahannya di media sosial miliknya pada Senin 16 Maret 2026.
“Ada yang mengkait-kaitkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ya dengan institusi, salah satu institusi yang ada di Indonesia. Karena sebelum kejadian beliau katanya memprotes kebijakan undang-undang institusi tersebut. Dan saya berpendapat bahwa sebenarnya jadi aktivis itu gak usah terlalu berlebihan lah,” buka Firdaus Oiwobo.
“Banyak aktivis-aktivis sekarang ini yang akhirnya gagal, bahkan gak sedikit aktivis-aktivis itu berujung pada celaka. Kenapa? Karena perbuatannya, ulahnya, mulutnya sendiri. Mulutnya sendiri yang seakan-akan dia super power” ujarnya.
BACA JUGA:Kelola Sampah di Jakarta, Pramono Ajak Warga Pilah Limbah Jadi 4 Kategori
BACA JUGA:BORONG! 21 Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 17 Maret 2026, Cek Player OVR Tinggi Spesial Liburan
Dalam video tersebut, Firdaus Oiwobo juga mengaku sebagai aktivis, namun dirinya masih melihat-lihat cara mengkritik seseorang atau pun Lembaga.
“Saya juga aktivis, sampai sekarang saya masih jadi aktivis. Tapi saya melihat-lihat bagaimana kita bisa mengkritik seseorang atau lembaga tetapi tidak juga menyinggung orang itu. Bagaimana caranya? Jadi hari ini ada orang-orang, rombongan-rombongan yang mengatasamakan hak asasi manusia yang mencoba memojokan institusi tersebut,” jelasnya.
Namun menanggapi kasus penyiraman terhadap aktivis HAM dari KontraS ini, Firdaus mengaku tidak setuju untuk memojokan sebuah institusi, dan mengajak debat jika ada yang tidak sependapat dengan dirinya.
“Saya tidak setuju. Saya mendukung institusi tersebut. Karena kalian aktivis-aktivis, waktu kemarin demonya juga keterlaluan sih,” jelasnya.
“Sampai masuk ke ruang rapat orang. Ngapain masuk ke ruang rapat? Dengan euforia mengatasamakan hak asasi manusia. Apanya hak asasi manusia? Berapa kali sih hak asasi manusia di Indonesia diurus? Udah ratusan, bahkan ribuan hak asasi manusia, mengatasamakan hak asasi manusia tapi buat kepentingan politik,” tuturnya.
BACA JUGA:6 Link CCTV Mudik Lebaran 2026 Resmi, Pantau Situasi Arus Lalu Lintas Real Time Guna Hindari Kepadatan
- 1
- 2
- »





