THR Cepat Habis Sebelum Lebaran? Ini Cara Mengelola Uang Tunjangan Hari Raya Agar Tetap Aman dan Bertahan Lama

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang paling dinanti masyarakat menjelang Lebaran. Namun tanpa pengelolaan yang tepat, uang THR sering kali habis bahkan sebelum hari raya tiba.

THR kerap dianggap sebagai “uang tambahan” yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan Lebaran. Mulai dari belanja baju baru, mudik, hingga berbagi dengan keluarga, semua terasa mendesak untuk dipenuhi.

Namun, perencana keuangan menilai pola pikir tersebut justru menjadi salah satu penyebab utama THR cepat habis. Banyak orang tidak merencanakan penggunaan dana sejak awal, sehingga pengeluaran menjadi tidak terkontrol.

Selain itu, tekanan sosial saat Lebaran juga turut memengaruhi. Dorongan untuk tampil layak, mengikuti tren hampers, hingga kebiasaan mentraktir orang lain membuat pengeluaran semakin membengkak.

Fenomena ini diperparah dengan anggapan bahwa THR adalah “uang kaget” yang bebas dibelanjakan. Padahal secara finansial, THR seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan, bukan sekadar konsumsi sesaat.

Perencana keuangan menyarankan agar masyarakat mulai mengatur THR sejak hari pertama dana diterima. Langkah ini penting untuk menghindari pengeluaran impulsif yang tidak terencana.

Salah satu cara paling sederhana adalah dengan membagi THR ke dalam beberapa pos keuangan. Misalnya untuk kebutuhan Lebaran, tabungan, investasi, hingga berbagi dengan keluarga.

Secara umum, alokasi yang disarankan adalah sekitar 40 persen untuk kebutuhan Lebaran seperti mudik dan konsumsi. Kemudian 30 persen untuk tabungan atau dana darurat, serta 20 persen untuk investasi.

Sementara itu, sekitar 10 persen bisa digunakan untuk berbagi kepada keluarga atau membayar zakat dan infak. Pembagian ini dinilai cukup ideal agar keuangan tetap stabil setelah Lebaran.

Selain membagi pos keuangan, mencatat pengeluaran juga menjadi langkah penting. Dengan mencatat secara rinci, seseorang dapat mengontrol arus keluar uang dan menghindari belanja impulsif.

THR juga sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas seperti membayar utang. Dengan begitu, beban finansial di masa depan bisa berkurang dan kondisi keuangan menjadi lebih sehat.

 

Di sisi lain, faktor eksternal seperti inflasi dan gaya hidup juga turut memengaruhi cepat habisnya THR. Kenaikan harga kebutuhan pokok serta tren di media sosial membuat standar pengeluaran saat Lebaran semakin tinggi.

Kondisi ini sering memicu perilaku konsumtif, terutama karena adanya diskon besar dan promosi selama Ramadan. Tanpa kontrol yang baik, hal tersebut dapat membuat pengeluaran justru semakin besar.

Karena itu, penting untuk memahami bahwa THR bukan sekadar bonus tahunan. Dana ini seharusnya memiliki tujuan yang jelas dalam perencanaan keuangan.

Dengan pengelolaan yang bijak, THR tidak hanya habis untuk perayaan sesaat, tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kondisi finansial.

Lebaran memang hanya berlangsung dalam hitungan hari, tetapi dampak keuangan bisa dirasakan sepanjang tahun. Mengatur THR dengan tepat menjadi kunci agar momen bahagia tidak berujung pada masalah finansial di kemudian hari.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Jamin Pasokan BBM di Jawa Barat Aman
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Pelaku Juga Terkena Air Keras Usai Serang Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Serangan Israel di Teheran Menargetkan Pejabat Tinggi Iran Ali Larijani, Komandan Basij Iran Soleimani Tewas
• 57 menit laluviva.co.id
thumb
Timur Tengah Bergejolak, Airlangga Klaim Ekonomi RI Tetap Kuat dan Solid
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
• 19 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.