JAKARTA, DISWAY.ID– Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mulai memetakan strategi besar untuk menjadikan zakat sebagai instrumen strategis pengentas kemiskinan di Indonesia. Tak hanya soal kewajiban agama, zakat kini diposisikan sebagai motor penggerak keadilan sosial guna mengejar target ambisius pembangunan nasional.
Pelaksana Tugas Deputi IV Bakom RI, Adita Irawati, menegaskan bahwa potensi zakat yang mencapai ratusan triliun rupiah di tanah air harus segera digarap maksimal. Mengingat, Indonesia telah dinobatkan oleh World Giving Index sebagai negara paling dermawan di dunia selama tujuh tahun berturut-turut.
“Zakat jangan hanya dilihat sebagai kewajiban Muslim saja. Ini adalah instrumen penting dalam membangun keadilan sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan kita,” ujar Adita dalam diskusi “Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia” di Jakarta, Senin (16/3).
BACA JUGA:KAI Bangun Hunian Vertikal, 5.484 Unit Rusun Nempel TOD di 4 Kota Besar
Langkah optimalisasi zakat ini sejalan dengan target pemerintah periode 2024–2029 yang mematok pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen serta penghapusan kemiskinan ekstrem.
Dana umat yang dikelola dengan profesional dinilai mampu menjadi penyambung celah anggaran sosial pemerintah yang selama ini terbatas.
Untuk mencapai itu, Adita menekankan perlunya "revolusi" dalam komunikasi publik. Pesan mengenai zakat tidak boleh lagi kaku, melainkan harus dikemas menarik agar mampu menggerakkan kesadaran masyarakat luas.
“Komunikasi publik yang baik harus mengemas peran zakat dalam mengatasi permasalahan sosial. Ini harus terus dikampanyekan secara masif melalui kolaborasi lembaga zakat dan media massa,” tuturnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus pada pengelolaan dana umat ini.
Sodik mengaku menerima arahan langsung dari Kepala Negara untuk membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan.
BACA JUGA:Sah! 97.122 Guru Kemenag Lolos Sertifikasi 2026, Kini Berhak Dapat Tunjangan Profesi
“Sodik, kamu bantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Tapi aku tahu, bahwa zakat itu ada asnaf-asnafnya,” ujar Sodik menirukan pesan Presiden Prabowo.
Pemahaman mendalam Presiden terhadap delapan golongan penerima zakat (asnaf) menjadi sinyal positif bahwa pengelolaan zakat di masa depan akan tetap berdiri di atas prinsip syariah namun dengan dampak ekonomi yang lebih terukur.
Sinergi antara pemerintah melalui Bakom RI dan Baznas diharapkan mampu mengubah wajah zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi kekuatan ekonomi sosial.
Fokus utamanya adalah mengurangi kesenjangan dan menciptakan pemerataan kesejahteraan yang lebih nyata di seluruh pelosok Indonesia.
- 1
- 2
- »





