Bayani, Anak Elang Super Langka, Berhasil Menetas di Filipina

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kabar baik datang dari upaya penyelamatan salah satu burung pemangsa paling langka di dunia. Philippine Eagle Foundation (PEF) mengumumkan keberhasilan menetaskan seekor anak elang filipina (Pithecophaga jefferyi) bernama Bayani di pusat penangkaran mereka di Kota Davao, Filipina.

Anak elang berusia tiga bulan itu lahir di National Bird Breeding Sanctuary dan menjadi anak ke-32 yang berhasil ditetaskan melalui program penangkaran konservasi lembaga tersebut. Keberhasilan ini memberi harapan baru bagi masa depan spesies yang populasinya terus menurun di alam liar.

Rekaman video yang dirilis yayasan menunjukkan proses penetasan yang dibantu oleh tim ahli. Dalam proses itu, para penangkar membantu anak elang keluar dari cangkangnya secara hati hati. Bayani terlihat memecahkan lubang kecil di telur sambil mengeluarkan suara cicitan halus.

Video tersebut juga mendokumentasikan perkembangan Bayani sejak menetas hingga berusia 11 minggu. Pada minggu pertama, tubuhnya masih terlihat seperti bola bulu putih yang rapuh. Perubahan terlihat jelas ketika Bayani memasuki usia 11 minggu, tumbuh menjadi anak elang yang kuat dengan mata tajam dan paruh besar yang menjadi ciri khas raptor yang dijuluki Raja Burung itu.

Nama Bayani diumumkan secara resmi dalam sebuah acara yang digelar bertepatan dengan peringatan World Wildlife Day. Sebelumnya, anak elang ini hanya dikenal sebagai Anak Burung ke-32 di dalam program penangkaran.

Bayani berarti pahlawan dalam bahasa Filipina. Nama ini dipilih untuk menegaskan peran penting anak elang tersebut dalam upaya penyelamatan spesiesnya.

“Hari ini kami juga merayakan keberhasilan penetasan Anak Burung ke-32. Ia sangat indah. Sebuah tonggak yang tercapai melalui ketekunan, pembelajaran institusional, dan peningkatan teknis," kata Duta Besar Republik Ceko untuk Filipina, Karel Hejc.

"Bagi Republik Ceko, ini menjadi simbol harapan, sekaligus pengingat bahwa setiap hari membawa kemungkinan yang lebih besar. Setiap anak burung memperkuat tekad kami untuk membantu memastikan populasi yang lebih sehat dan tangguh secara genetik di masa depan."

Elang filipina saat ini termasuk spesies yang sangat terancam punah, dengan para peneliti memperkirakan hanya sekitar 400 pasangan yang masih hidup di alam liar. Hilangnya habitat hutan dan perburuan masih menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup spesies ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rudal Iran Hantam Israel, Serpihan Jatuh Dekat Masjid Al Aqsa, Simak Sejarahnya di Kota Tua Yerusalem
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
51 Ribu Penumpang Mudik Naik Kereta dari Jakarta Hari Ini
• 14 jam laludetik.com
thumb
Jakarta: jejak kudeta era perang dingin
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
MBG Akhir Ramadan: Menu Istimewa untuk Balita dan Ibu
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Di Dua Tempat Ini, Gus Yaqut dan Gus Alex Ditahan
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.