EtIndonesia. Perang di Timur Tengah telah memasuki minggu ketiga. Serangan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi. Militer AS bahkan mengerahkan pesawat pembom jarak jauh Boeing B-52 Stratofortress untuk ikut serta dalam operasi tempur pada malam hari.
Sementara itu, klaim Iran yang menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel telah tewas dibantah pada 15 Maret. Perdana Menteri Israel sendiri merilis video yang menanggapi rumor tersebut dengan nada bercanda.
Serangan militer terhadap Iran masih terus berlanjut. Pada 15 Maret, militer Israel memulai serangan udara besar-besaran di Iran bagian barat, dengan target markas Islamic Revolutionary Guard Corps dan milisi Basij di kota Hamadan.
Sebuah video yang diunggah warga setempat menunjukkan asap hitam tebal membumbung di sekitar gedung kepolisian di kota tersebut.
Militer AS pada 14 Maret juga merilis rekaman video yang memperlihatkan sebuah Boeing B-52 Stratofortress lepas landas pada malam hari, menandai keterlibatan resmi pesawat itu dalam operasi serangan terhadap Iran.
Pesawat pembom B-52 memiliki daya tempur yang sangat kuat. Pesawat ini dapat membawa lebih dari 30 ton persenjataan dalam satu misi, serta memungkinkan militer AS melancarkan serangan jarak jauh di luar jangkauan sistem pertahanan udara Iran.
Selain B-52, United States Central Command juga merilis gambar peralatan logistik yang digunakan, termasuk pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules.
Di pihak lain, Iran mengancam akan meningkatkan serangan balasan. Negara-negara seperti Bahrain dan Saudi Arabia telah mengeluarkan peringatan bahaya kepada warga, sambil berusaha mencegat rudal dan drone yang datang.
Media Iran pada 15 Maret juga melaporkan bahwa 20 warga ditangkap oleh pemerintah Iran. Mereka dituduh membocorkan informasi sensitif, termasuk lokasi fasilitas militer dan keamanan kepada Israel.
Pada saat yang sama, pemblokiran internet di Iran masih terus berlangsung. Warga Iran sudah 16 hari tidak memiliki akses internet, namun sebagian orang yang memahami teknologi masih dapat berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan perangkat Starlink.
Sementara itu, rumor yang disebarkan Iran bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tewas juga mendapat tanggapan langsung darinya pada 15 Maret.
Ia mengunggah sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat berada di sebuah kafe dan menanggapi rumor tersebut dengan cara yang santai.
Benjamin Netanyahu:
“Apakah yang ingin kamu tanyakan?”
Suara di luar kamera:
“Perdana Menteri, ada orang di internet yang mengatakan Anda sudah meninggal.”
Benjamin Netanyahu:
“Saya sangat mencintai kopi. Dan Anda tahu, saya sangat mencintai rakyat saya. Mereka luar biasa.”
Sebelumnya, Iran juga menyebarkan tangkapan layar pidato Netanyahu, dengan mengklaim bahwa ia memiliki enam jari dan bahwa videonya dibuat menggunakan AI.
Netanyahu menanggapi dengan bercanda: “Apakah kalian ingin menghitung berapa jumlah jari saya?”
Ketika diminta memperlihatkannya, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sering keluar rumah, menghirup udara segar, dan tetap menjaga keselamatan.
Menurut laporan, perang ini telah menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas di Iran, sementara 12 orang di Israel tewas akibat serangan rudal. Selain itu, 13 tentara Amerika juga dilaporkan tewas. Serangan Iran di berbagai lokasi juga menyebabkan setidaknya 12 warga sipil di negara-negara Teluk Persia meninggal dunia.
Laporan gabungan oleh reporter Li Jiayin dari New Tang Dynasty Television.





